Rabu, 8 April 2026

BPJS Kesehatan

Khotijah : Program JKN Menjadi Semangat Saya untuk Menjalani Cuci Darah

Program JKN membuat Khotijah terus semangat untuk menjalani perawatan cuci darah di Rumah Sakit Hermina Kemayoran.

|
dok. BPJS Kesehatan
Khotijah pasien perawatan cuci darah di Rumah Sakit Hermina Kemayoran yang merupakan peserta program JKN. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), senantiasa terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta Program JKN.

Hal ini yang dirasakan oleh Khotijah, peserta Program JKN yang tengah berjuang dalam melawan penyakit hemodialisa yang tengah dirinya hadapi. 

Ditemui saat sedang menjalani perawatan cuci darah di Rumah Sakit Hermina Kemayoran, Khotijah menceritakan pengalamannya dalam memanfaatkan Program JKN ketika menjalani perawatan di fasilitas tingkat pertama maupun tingkat lanjut. 

“Sudah 8 tahun yang lalu sejak saya pertama kali di vonis menderita Hemodialisa yang mengharuskan saya untuk melakukan perawatan cuci darah. Sejak saat itu saya telah memanfaatkan Program JKN dalam mengobati penyakit saya ini,” ungkap Khotijah.

Khotijah mengaku, selama memanfaatkan Program JKN terutama ketika hendak menjalani cuci darah, dirinya selalu merasakan kemudahan baik dari segi fasilitas maupun dari segi pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tempat dirinya menjalani perawatan. 

“Fasilitas kesehatan tempat saya menjalani perawatan selama ini sangatlah memadai, selain itu perlakuan dari tenaga medis juga sangat professional serta ramah-ramah. Hal ini membuat saya semangat untuk menjalani perawatan yang terus saya jalani ini. Rumah Sakit Hermina Kemayoran dan juga rumah sakit sebelum-sebelumnya juga memperlakukan saya dengan sangat baik,” ujar Khotijah.

Selain itu, Khotijah juga berbagi pengalaman dalam mendapatkan pelayanan dengan memanfaatkan Program JKN. Ia mengaku alur pelayanan yang telah diterapkan oleh BPJS Kesehatan sangat mudah.

Kini tanpa mendapatkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama secara terus menerus, dirinya dapat langsung mengakses fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk mendapatkan perawatan cuci darah.

“Menderita gagal ginjal membuat saya harus melakukan cuci darah secara teratur setiap bulannya, yang saya rasakan dengan memanfaatkan Program JKN tidaklah rumit. Saya tinggal datang ke rumah sakit tempat biasanya saya mendapatkan tindakan cuci darah dan cukup menunjukan KTP saja sudah dapat dilayani,” cerita Khotijah.

Sebagai informasi saat ini BPJS Kesehatan melakukan penyederhanaan alur pelayanan prosedur bagi pasien gagal ginjal.

Untuk pasien gagal ginjal kronis yang mengharuskan perawatan cuci darah secara rutin, pasien tidak harus mendapatkan rujukan secara berulang dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Pasien cukup melakukan perekaman sidik jari di rumah sakit tujuan tempat melakukan tindakan cuci darah.

Dengan kemudahan yang didapat oleh Khotijah dalam memanfaatkan program JKN untuk pengobatan dirinya. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan karena telah mengelola Progaram JKN dengan baik.

Khotijah mengungkapkan jika dirinya tidak menggunakan Program JKN, berapa banyak biaya yang harus dia keluarkan untuk melakukan tindakan cuci darah yang saat ini telah memasuki tahun ke-8.

“Sulit rasanya saya membayangkan jika tidak ada BPJS Kesehatan yang mengelola Program JKN ini. Berapa banyak biaya yang harus saya keluarkan untuk menjalani pengobatan yang bisa seumur hidup saya. Ini merupakan salah satu rasa syukur yang saya panjatkan ditengah perjuangan saya dalam melawan penyakit yang tengah menimpa saya saat ini,” ujar Khotijah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved