Berita Jakarta
Kondisi Bayi Dua Bulan Kritis Kondisinya Membaik, Tapi Jadi Gizi Buruk dan Hipotermia
Bayi kritis berusia dua bulan bernama Lanala Ayudisa Halim kondisinya kini berangsur-angsur membaik usai dirawat di RSAB Harapan Kita
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Bayi kritis berusia dua bulan bernama Lanala Ayudisa Halim kondisinya kini berangsur-angsur membaik, usai dirawat selama hampir seminggu sejak 13 Juli 2023 di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSAB Harapan Kita.
Kendati begitu, Chintia Suciati (29) selaku ibu Nala menyebut jika anaknya kini mengalami gizi buruk dan hipotermia.
"Masih di ICU. Yang diderita bertambah dia gizi buruk, pendarahan di kepala. Dia hipotermia," kata Chintia saat dihubungi Warta Kota, Selasa (22/8/2023).
Ibu dua anak itu menyampaikan, putrinya kini sudah lepas oksigen dan tingkat kesadarannya semakin baik.
Selain itu, berat badan Nala pun sudah tak lagi 1,4 kilogram, sebagaimana saat ia pertama kali masuk PICU.
Baca juga: RSAB Berdalih Penyebab Bayi 2 Bulan Kritis karena Suster Lalai Hanya Miskomunikasi Saja
"Sekarang sudah lepas oksigen dan tingkat kesadarannya juga membaik. (Bobotnya) 1,8 kilogram, tapi di badan (Nala) yang terkena gizi buruk," ungkapnya.
Sementara itu, per-hari ini, Chintia mengaku belum menerima respon ataupun klarifisasi apapun dari Direktur Utama (Dirut) RSAB, usai dirinya bersurat pada Jumat (18/8/2023) lalu.
"Belum (direspon), nanti aku tanya tim dulu," pungkas dia.
Perawat kasih susu formula
Diberitakan Warta Kota sebelumnya, kasus bayi kritis dua bulan bernama Lanala Ayudisa Halim karena diduga suster lalai salah memberi susu formula, berbuntut pada desakan klarifikasi yang dilayangkan Chintia Suciati (29) bersama kuasa hukumnya.
Hari Jumat (18/8/2023), ibu dua anak itu mendatangi Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita bersama kuasa hukumnya.
Mereka membawa surat kuasa, sekaligus surat permohonan klarifikasi yang tujuannya diarahkan kepada Direktur Utama RSAB Harapan Kita.
Bahkan melalui kuasa hukumnya, Chintia mendesak pihak RSAB untuk memberikan klarifikasi terkait kasus tersebut.
"Isinya cuma kami minta klarifikasi aja, kalau untuk kenapa kami minta klarifikasi, karena kronologisnya jelas semuanya, nanti mungkin kami sampaikan Dirut RSAB berkenan bertemu akan kami sampaikan lagi," kata kuasa hukum Chintia, Subadrian Nuka saat ditemui di RSAB Harapan Kita, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat.
Baca juga: Bayi Kritis Akibat Perawat Lalai Kasih Susu Formula, RSAB Harapan Kita Libatkan 6 Dokter
"Kami tunggu aja, pokoknya kami tunggu 5x24 jam terhitung hari ini kami minta klarifikasi," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Nala-bayi-2-bulan-berjuang-menghadapi-fase-kritisnya-di-NICU-RSAB-Harapan-Kita.jpg)