Rabu, 22 April 2026

Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Pesing dari Mulai Kencing Kuda Hingga Pembantaian Berdarah

Satu kawasan di Jakarta yang bernama Pesing mungkin terdengar lucu bagi orang awam. Namun, kawasan Pesing menyimpan banyak sejarah Jakarta

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Tribun Jakarta
Sejarah Pesing lokasi Pasar Pesing 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Satu kawasan di Jakarta yang bernama Pesing mungkin terdengar lucu bagi orang awam di luar Ibu Kota. Namun, kawasan Pesing menyimpan banyak sejarah Jakarta.

Kawasan Pesing sendiri terletak di Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Letak wilayah ini cukup strategis karena sebelah utaranya Jl Raya Daan Mogot, yang menuju Kalideres atau kota Tangerang.

Sebenarnya Pesing merupakan sebuah pasar yang terletak di kawasan Kedoya Utara.

Namun siapa sangka, Pasar Pesing ternyata sudah ada sejak abad ke-18. Sejarah Pesing pun sudah dimulai sejak era Hindia Belanda di mana Jakarta masih bernama Batavia.

Dikutip dari buku “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” para sesepuh daerah tersebut percaya bahwa nama Pesing diambil dari kata bau Pesing.

Disebutkan bahwa kawasan Pesing dahulunya tempat berkumpul para pedagang yang datang dari berbagai pelosok Batavia.

Untuk membawa barang dagangan seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah dan bumbu dapur, mereka menggunakan gerobak yang ditarik seekor kuda (dahulu disebut pedati).

Jumlah gerobak berkuda milik para pedagang cukup banyak, bahkan hingga puluhan, dan bertemu di tempat tersebut biasanya pada pagi hari.

Saat itu, kuda-kuda pengangkut sayuran sering kencing di jalanan sehingga menimbulkan bau pesing yang sangat menyengat.

Siapa pun yang melewati kawasan itu secara spontan akan menutup hidung. Bermula dari situlah orang-orang menyebut tempat itu sebagai Pasar Pesing atau Pesing saja.

Selain berasal dari kata Bau Pesing, sebagian sejarawan juga percaya nama Pesing diambil dari nama sebuah tanaman yang berbau pesing.

Pada sejarah Pesing, dipercaya Pesing adalah nama pohon kayu, yang mempunyai daun berbau seperti kencing.

Pada masa lampau, di kawasan itu dipercaya memiliki banyak terdapat pohon kayu yang baunya seperti bau kencing sehingga tempat itu dinamakan Pesing.

Namun dikutip dari blog milik Akhir Matua Harahap seorang dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia tidak meyakini bahwa Pesing berasal dari nama tanaman ataupun bau pesing.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Terowongan Casablanca Titik Macet yang Sarat Kisah Angker di Jakarta

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved