Jumat, 8 Mei 2026

Berita Daerah

Fokus Pengentasan Stunting di Banten, SIL UI Edukasi Warga Soal Pentingnya PHBS Hingga SPAH

Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) edukasi warga soal PHBS hingga SPAH di di KWT Melati, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi warga terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau (PHBS), Makanan Bergizi dan Air Minum Layak melalui Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) sebagai bentuk tindakan pengentasan kasus stunting di Provinsi Banten, Senin (7/8/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM - Sejumlah instansi dan pihak terkait tengah berfokus mengatasi kasus stunting di wilayah Kota Serang, Banten.

Mengatasi kasus stunting, Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau (PHBS), Makanan Bergizi dan Air Minum Layak melalui Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH).

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi SIL UI terhadap upaya pengentasan stunting di wilayah Provinsi Banten.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten, BKKBN Banten, dan YBM PLN.

"Kami memilih lokasi edukasi di Provinsi Banten dilatarbelakangi oleh data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cukup tinggi di Kota Serang dengan nilai IPM mencapai 72,81 pada tahun 2022 sebagaimana di tuturkan BPS Banten" kata Ketua Program Studi S2 Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Dr. Hayati Sari Hasibuan dalam siaran persnya, Selasa (8/8/2023).

Kegiatan pengentasan stunting ini digelar pada Senin (7/8/2023) dan berlangsung di KWT Melati, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Dalam kegiatan itu dihadiri oleh 30 peserta terdiri atas Keluarga Berisiko Stunting (KRS), Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Penyuluh Kelurga Berencana (PKB) Kecamatan Kasemen, perwakilan BKKBN Provinsi Banten, DP3AKB Kota Serang dan Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten.

Hayati menjelaskan penyebab meningkatnya stunting antara lain adalah minimnya akses layanan sumber air bersih untuk air minum serta pengetahun penduduk mengenai pola makan bergizi dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi warga terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau (PHBS), Makanan Bergizi dan Air Minum Layak melalui Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) sebagai bentuk tindakan pengentasan kasus stunting di Provinsi Banten, Senin (7/8/2023).
Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi warga terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau (PHBS), Makanan Bergizi dan Air Minum Layak melalui Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) sebagai bentuk tindakan pengentasan kasus stunting di Provinsi Banten, Senin (7/8/2023). (Istimewa)

 

Karenanya ia mengajak masyarakat untuk mengikuti program hidup sehat melingkupi 3 pilar keberlanjutan yaitu, lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Pada penuruan angka stunting, wujud ketiga pilar tersebut dapat diimplementasikan melalui pemenuhan air bersih melalui sistem PAH, sanitasi yang baik, dan gizi seimbang yang dimulai pada setiap rumah tangga.

“Air untuk kebutuhan sehari-hari yang terpenting cukup dan bersih, air bisa didapatkan dari air hujan dengan menampung mandiri atau bersama di rumah menggunakan ember dan penyaring sederhana,” jelasnya.

Karenanya ia mengajak masyarakat untuk melakukan kemandirian rumah tangga untuk memenuhi air bersih dengan lebih hemat, sehat, dan terjamin kebersihannya dapat mengurangi tingkat prevalensi stunting.

Senada Dosen S2 Lingkung Dr. Sri Setiawati Tumuyu berpesan jika makanan bergizi bermula dari pola pengasuhan ibu, sehingga gizi setiap anak terjamin.

Ketika gizi anak terjamin, anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat guna mendukung pembangunan Indonesia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved