Jumat, 1 Mei 2026

Berita Bisnis

Internasional Battery Sumit 2023 Fokus Bahas Percepatan Transisi Energi ke Energi yang Lebih Bersih

Corporate Secretary PT Ceria Nugraha Indotama, Imelda Kiagoes paparkan percepatan transisi energi ke energi yang lebih bersih di IBS 2023.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Corporate Secretary PT Ceria Nugraha Indotama, Imelda Kiagoes berikan pemaparan mengenai percepatan transisi energi ke energi yang lebih bersih, serta mengedepankan tambang nikel dan kobalt, sekaligus pengolahan nikel diperlukan, dalam acara International Battery Summit (IBS) 2023, di Grand Sahid Hotel Jaya, Jakarta, Indonesia pada 1-2 Agustus 2023. 

WARTAKOTALIVE.COM - Industri baterai berbasis nikel terus menunjukkan harapan positif.

Hal itu terlihat dalam acara International Battery Summit (IBS) 2023.

IBS 2023  digelar di Grand Sahid Hotel Jaya, Jakarta, Indonesia pada 1-2 Agustus 2023.

Kegiatan itu diprakarsai PT Ceria Nugraha Indotama, National Battery Research Institute (NBRI), dan stakeholder terkait.

Percepatan transisi energi ke energi yang lebih bersih dengan ekosistem EV Battery yang didukung industri nikel dinilai diperlukan.

Corporate Secretary PT Ceria Nugraha Indotama, Imelda Kiagoes sebut, pihaknya kini berkontribusi dalam pengembangan teknologi baterai yang potensial menggerakkan dunia yang berkelanjutan.

Dalam proyeknya, Ceria kedepankan energi terbarukan secara konsisten dalam menjalankan good mining practice di tiap operasinya.

"Kami beroperasi di Wolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara," jelas Imelda Kiagoes melalui siaran persnya, Jumat (4/8/2023).

Smelter Ceria merupakan perusahaan bidang pengoalahan nikel yang kepemilikannya 100 persen nasional.

Walau begitu, memiliki tim berpengalaman dalam bidang pertambangan selama lebih dari 20 tahun.

Menurutnya, saat ini Ceria telah dicanangkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sekaligus jadi Obyek Vital Nasional (Obvitnas).

Izin Usaha Pertambangan dengan memiliki dua terminal khusus.

"Kami fokus menyelesaikan pabrik pengolahan dan pemurnian Smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF)," paparnya.

Percepatan transisi energi ke energi yang lebih bersih, serta mengedepankan tambang nikel dan kobalt, sekaligus pengolahan nikel diperlukan.

Dia memastikan bahwa Ceria memposisikan sebagai pemain yang kompetitif baik di pasar nikel maupun industri baterai EV.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved