Berita Video
VIDEO Kronologis Kecelakaan Sultan Ri'fat Terjerat Kabel Optik Versi Bali Tower
Dalam animasi yang dibagikan Maqdir dalam jumpa, Kamis (3/8/2023), terdapat beberapa foto yang menggambarkan posisi kabel fiber opik mulai 2017-2022.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Fredderix Luttex
Sementara itu, saat ditanya apa dasar pihak Bali Tower membuat animasi tersebut, pihaknya menyebut hal itu berdasarkan analisis internal, serta keterangan yang didapat di lapangan.
Namun, pihak Bali Tower mengakui bahwasannya tidak ada foto atau video pada saat terjadinya kecelakaan itu.
"Berkenaan dengan situasi pukul 23.30 WIB, sepanjang yang kami ketahui dari kawan-kawan yang lakukan wawancara. Pada malam itu tidak ramai seperti pagi dan siang hari. Itu kenapa kami coba tampilkan animasi itu," ucap Maqdir.
"Kalau ditanya kepada saya, kami tidak mempunyai foto pada saat kejadian, hanya berdasarkan cerita dan hasil pembicaraan kawan-kawan (media) kepada keluarga korban," ucapnya lagi.
Diberitakan Warta Kota sebelumnya, pihak Bali Tower mengaku sudah beritikad baik untuk menjalin komunikasi serta memberi uang kemanusiaan dan kompensasi kepada mereka sebesar Rp 2 miliar.
Baca juga: VIDEO Airlangga Hartarto “Jelas” Tak Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024
"Sejak pertemuan tanggal 23 Mei ini komunikasi terus-menerus dilakukan dengan pihak keluarga Sultan, salah satu di antaranya adalah kunjungan dari pihak perusahaan yang diwakili oleh seorang pejabat senior dari perusahaan berkunjung ke rumah keluarga," kata Maqdir.
"Di dalam pertemuan ini, pihak kami sudah mencoba menyampaikan simpati dan empati terhadap kecelakaan yang menimpa Sultan, bahkan salah satu di antaranya yang disampaikan adalah bahwa perusahaan bersedia memberikan semacam bantuan kemanusiaan akibat terjadinya kecelakaan," imbuh dia.
Maqdir bercerita, pihak keluarga Sultan kala itu meminta uang sebesar Rp 5 miliar sebagai bentuk kompensasi selama Sultan mengalami perawatan di rumah sakit.
Namun, mereka menolak memberikan rincian apa saja kebutuhan yang dikeluarkan sepanjang perawatan Sultan.
"Perlu saya sampaikan, bahwa pihak keluarga ini meminta sejumlah uang dengan angka yang tidak sedikit yaitu sebesar Rp 5 miliar, kemudian jaminan biaya pengobatan Sultan sampai sembuh total, dan juga penggantian biaya dan kompensasi dari perusahaan dalam bentuk material," ungkap Maqdir.
Kala pembicaraan itu, lanjut Maqdir, pihak perusahaan tidak menolak permintaan tersebut.
Baca juga: VIDEO Rocky Gerung Hina Jokowi, Moeldoko: Ini Jelas Menyerang Presiden
Menurutnya, PT Bali Tower menyampaikan akan memberikan penggantian atau reimbursement biaya perawatan dan pengobatan yang telah dikeluarkan oleh keluarga Sultan.
"Kemudian kedua, akan memberikan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp 2 miliar rupiah dalam bentuk tunai ataupun surat berharga," kata dia.
"Apa yang terjadi sesudah pembicaraan-pembicaraan ini? ada satu permintaan yang kembali disampaikan oleh keluarga, yaitu pihak keluarga menyampaikan menerima tawaran penggantian biaya namun tidak berkenan untuk merincikan bukti pengeluaran keluarga Sultan, juga menolak dana kemanusiaan yang ditawarkan dan meminta adanya jaminan pembayaran untuk biaya pengobatan Sultan," lanjut dia.
Namun, kata Maqdir, pihak keluarga Sultan justru menaikkan biaya kompensasi dengan meminta kompensasi immaterial sebesar Rp 10 miliar.
"Jadi ini sudah berbeda lagi dengan apa yang disampaikan pada pembicaraan awal," jelas Maqdir.
"Jadi kami tegaskan adalah bahwa sebenarnya sebelum ada pemberitaan-pemberitaan yang viral, pihak perusahaan sudah mencoba dengan itikad baik menghubungi dan berbicara dengan keluarga Sultan dengan mengutus orang yang kalau disebut adalah dari perusahaan," imbuh dia. (m40)