Berita Jakarta
Hadapi Ancaman Krisis Iklim, BEM UI Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Pulau Tidung
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menanam 1.000 bibit mangrove di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Kamis (3/8/2023).
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menanam 1.000 bibit mangrove di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Kamis (3/8/2023).
Kegiatan ini merupakan salah satu mata acara dalam program UI Youth Environmental Action (UI YEA) yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh BEM UI ini.
Asep menjelaskan, hal ini menjadi salah satu bentuk implementasi Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan Hidup dimana BEM UI turut tergabung di dalamnya.
Baca juga: Waduk Pluit Warisan Jokowi Dipenuhi Eceng Gondok, Dinas LH DKI Jakarta Janji Satu Minggu Selesai
“Gerakan yang dilakukan oleh BEM UI ini adalah salah satu wujud implementasi KSBB Lingkungan Hidup di DKI Jakarta, ini menjadi wadah kolaborasi yang dapat menghasilkan solusi bagi berbagai masalah lingkungan, apalagi di daerah pesisir Jakarta yang saat ini jadi salah satu fokus kami,” jelas Asep berdasarkan keterangannya pada Kamis (3/8/2023).
Sementara itu Wakil Ketua BEM UI 2023, Shifa Anindya Hartono menuturkan bahwa program UI YEA ini merupakan hasil kolaborasi antara BEM UI dan Pemprov DKI Jakarta.
Sejak awal BEM UI 2023 dibentuk, kita memang berkomitmen untuk proaktif dalam memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Dalam hal ini, UI YEA sebagai salah satu program unggulan BEM UI 2023 hadir sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang berfokus kepada isu-isu lingkungan, utamanya adalah konservasi ekosistem dan ekonomi sirkular,” kata Shifa.
Baca juga: Dinas LH DKI Jakarta Ajari Warga Olah Sampah Organik Sisa Makanan Menjadi Berguna, Begini Caranya
Sedangkan Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI 2023, Kevin Wisnumurthi menyebutkan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini sedari awal direncanakan untuk membantu pelestarian ekosistem hutan bakau di Kepulauan Seribu.
Hutan Bakau memiliki berbagai fungsi ekologis yang vital, seperti tempat tinggal dan mencari makan berbagai biota laut, mencegah abrasi, dan mencegah intrusi air laut,” ujar Kevin.
Lebih lanjut, Kevin menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini juga ditujukan untuk melawan krisis iklim.
"Dilihat secara lebih besar, penanaman mangrove ini juga bagian dari perlawanan terhadap krisis iklim yang kian parah. Mangrove memegang peranan dalam mitigasi krisis iklim, yakni dengan menyerap dan menyimpan karbon,” katanya.
“Mangrove juga mempunyai peranan dalam adaptasi krisis iklim dengan meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir,” imbuh Kevin. (faf)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/BEM-Universitas-Indonesia-BEM-UI-menanam-1000-bibit-mangrove-di-Pulau-Tidung.jpg)