Jamin Validitas Penyaluran Bansos Sembako dan PKH, Pos Indonesia Gunakan Teknologi Digital
Teknologi yang digunakan Pos Indonesia dalam penyaluran bansos sembako dan program PKH yakni face recognition dan geo-tagging.
WARTAKOTALIVE.COM — PT Pos Indonesia (Persero) terus berinovasi dan transformasi dalam menuntaskan amanah penyaluran bantuan dari pemerintah, yakni Bantuan Sosial (Bansos) Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Salah satu upaya yang ditempuh adalah memanfaatkan digitalisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan Pos Indonesia dalam mengalokasikan penyaluran bantuan.
Direktur Operasi dan Digital Service PT Pos Indonesia (Persero), Hariadi, menjelaskan terdapat dua teknologi digital yang diterapkan Pos Indonesia ke seluruh Kantorpos di tanah air dalam menyalurkan Bansos Sembako dan PKH.
Tujuannya untuk memvalidasi data penerima bantuan atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pertama yaitu, menerapkan teknologi face recognition. Dalam penerapannya, Pos Indonesia menggunakan proses verifikasi melalui Electronic Know Your Customer atau dikenal dengan e-KYC.
Baca juga: Permintaan Rumah Tapak Masih Tinggi, Modernland Realty Luncurkan The Essence di Jakarta Garden City
Baca juga: Bank Indonesia Mencatat Sekitar 5,1 Juta Warga Jakarta Gunakan Pembayaran Qris di Bulan Juni 2023
"Itu adalah proses melakukan autentikasi antara data aktual, gambar yang kita ambil di lapangan dibandingkan dengan data set atau data referensi. Dalam hal ini, tentu kita membandingkan dengan data dari KPM yang tersimpan di Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil)," ungkap Hariadi dalam keterangan resminya, Sabtu (29/7/2023).
Kedua, kata dia, Pos Indonesia menerapkan teknologi geo-tagging yang digunakan untuk mengecek lokasi KPM.
"Kalau kita bicara geotagging adalah bagaimana kita mendapatkan informasi real time terkait dengan geotag, posisi lokasi di mana status atau image tersebut diambil," tambah Hariadi.
"Jadi kita akan memiliki dua basis data. Data validasi terkait dengan kebenaran dari objek, KPM. Kedua terkait dengan lokasi sendiri," imbuhnya.
Penerapan teknologi digital juga diberlakukan Pos Indonesia kepada para petugas Kantorpos yang ingin menyalurkan bansos melalui metode door to door.
Para petugas juru bayar Kantorpos akan difasilitasi aplikasi untuk memverifikasi KPM.
Baca juga: 29 Lintasan Penyebrangan Alami Kenaikan Tarif, Pengamat MTI Sebut Tak Bisa Dihindari
Baca juga: Warga Mengaku Tidak Tahu Jika Uji Coba Operasional LRT Jabodebek Dihentikan Sementara Waktu
"Jadi petugas itu tentu (bekerja) dengan aplikasi yang kami sediakan, mereka bisa melakukan verifikasi terhadap objek penerima, KPM. Apakah KPM-nya memang benar, memang layak menerima atau tidak? Berdasarkan data yang kami terima dari Kemensos," kata Hariadi.
Teknologi aplikasi tersebut juga terbilang canggih.
Jika terkendala dengan sinyal, para petugas Kantorpos tetap bisa melakukan proses face recognition dan geotagging dalam aplikasi tersebut.
Ketika sinyal sudah aktif kembali, data KPM yang diambil melalui kedua proses tadi tetap akan masuk di sistem aplikasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Penyaluran-bansos-30-Juli.jpg)