Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jakarta

Progres Pembangunan Turap Kali Baru, Wali Kota Jakarta Timur Heran Dinas SDA Alasannya Proses Lelang

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M Anwar mempertanyakan progres lelang proyek pembangunan turap Kali Baru di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M Anwar mempertanyakan progres lelang proyek pembangunan turap Kali Baru di Kramat Jati, Jakarta Timur. 

"Dinas sudah info dan masih proses, tapi yang jelas akan dilaksanakan, dan diharap sebelum akhir tahun sudah terlaksana dan terbangun, karena hindari banjir juga jelang musim penghujan," lugasnya.

Selain itu, terkait teknis perbaikan kelak, dipastikan turap akan dibuat lebih meninggi dari ukuran sebelumnya.

Dengan tujuan untuk tidak kembali luapan seperti beberapa waktu sebelumnya.

"Teknis mungkin ada peninggian, pasti, saya belum lihat secara detailnya teknis dari dinas, tapi ada peninggian, antisipasi luapan juga dari kemarin," jelasnya.

Sementara, warga di bantaran kali baru, jalan raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Timur meminta Pemkot Administrasi Jakarta Timur untuk melakukan perbaikan terhadap turap.

Rudi Rohendi selaku ketua Rt1/Rw1 setempat mengatakan, saran pembaharuan tersebut dikarenakan kondisi turap yang sudah dinilainya tidak layak apabila hanya diperbaiki dengan cara penambalan, sebab rentan terjadi pembocoran kembali.

Sebab ditambahnya, titik kebocoran di wilayah Rt 1 sudah terjadi 50 - 60 centimeter.

"Kalau perbaikan dengan sementara itu hanya tanggul yang bocor-bocor saja ditutup, itu sudah pernah kita lakukan, dan pernah dilaksanakan tapi tidak maksimal, artinya kekuatan itu yang sudah kita tambal paling 10 hari itu akan bocor lagi apabila air pasang," kata Rudi saat ditemui awak media di bantaran kali baru, Selasa (4/7).

Sebagai bukti, usai dilakuan penambalan, sempat terjadi kebocoran serupa di tahun 2021.

Setelahnya, warga berinisiatif untuk swadaya masyarakat, serta menggunakan kas Rt untuk menambal hingga lebih kurang 3 - 4 kali, namun dikatakannya tidak mendapatkan hasil maksimal.

"Terbocoran terparah itu pada bulan Juli 2021, tanggalnya kurang tahu, itu lebih kurang hampir satu meter setengah ketinggian banjirnya, bisa sampai sepinggang orang dewasa diperkirakannya," imbuhnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved