Liga 1
Meski Tampil Dominan, Pelatih Persija Thomas Doll Tak Masalah dengan Hasil Imbang 1-1 versus PSM
Persija tampil dominan, menguasai 80 persen laga, namun hanya bermain imbang 1-1 dengan PSM. Thomas Doll menyebut bukan hasil buruk.
Penulis: Abdul Majid | Editor: Rusna Djanur Buana
Sementara Persija melakukan 15 kali pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning.
Namun pada akhirnya strategi bertahan ini bisa ditembus oleh Ryo Matsumura yang membuat gol di menit ke-81.
Dari sisi jumlah sepak pojok, masing-masing tim mencatat empat kali sepak pojok.
Baca juga: Persija Jakarta 1-1 PSM Makassar: Gol Ryo Matsumura Selamatkan Wajah Macan Kemayoran dari Kekalahan
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll menilai para pemainnya terlihat masih kesulitan berkembang pada babak pertama.
Usai mendapatkan evaluasi, Andritany Ardhiyasa dkk mulai bermain dengan skema yang ia inginkan pada babak kedua.
"Babak pertama saya tidak suka. Tidak main bagus. Beberapa pemain dapat tekanan tapi tidak bagus dalam menguasi bola, kita salah. Kalah duel bola juga," ujar Thomas Doll seusai laga.
"Kita tahu semua PSM punya spesialis di freekick, corner. Mereka punya striker tinggi. Mereka banyak memanfaatkan itu. Babak pertama saya tidak suka,"
"Kemudian babak kedua, semua pemain minta bola. Sayap lebih cepat. Semua ingin cetak gol dan tidak mau kalah. Kita punya banyak kesempatan cetak gol, tapi skor 1-1 ya tidak apa-apa," jelasnya.
Di sisi lain, pelatih asal Jerman itu justru menyoroti permainan PSM yang kerap mengulur-ulur waktu dengan berpura-pura jatuh.
Baca juga: BREAKING NEWS: Belum Genap 15 Menit, Persija Tertinggal 0-1 dari PSM.
Bahkan dirinya membandingkan kondisi tersebut apabila terjadi di pertandingan Eropa.
Menururnya, hal-hal seperti itu di Liga Indonesia tak lagi harus dilakukan dan wasit sebagai pengadil di Lapangan juga harus memberikan sanksi tegas kepada pemain yang kerap mengulur-ulur waktu.
"Tapi intinya saya tudak suka jalannya laga hari ini, karena banyak pemain yang ulur waktu. Jadi kita kehilangan ritme," ujar Thomas Doll.
"Jakmania datang untuk nonton. Bukan setiap 3 menit semua orang jatuh buang waktu. Terutama nomor 4 (Yuran). Dia terhitung 6 kali jatuh dan dia main 90 menit. Di Eropa tidak bisa seperti itu. Dia bisa dapat kartu merah. Padahal atmosfer luar biasa tapi buang waktu rusak semuanya,"
"Di liga sekarang saya pikir semua berubah. Ini bukan karena kami tertinggal. Tapi ritme selalu hilang. Bola indonesia harus lebih berkembang," pungkasnya.
Tavares Puji Jakmania
Cabut Laporan Terkait Tuduhan Mafia Bola, Andre Rosiade Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Erick Thohir Minta Kuota Pemain Asing di Liga 1 2025/2026 Hanya 7 Orang |
![]() |
---|
Cerita Jan Olde Bujuk Rafael Struick Gabung Dewa United |
![]() |
---|
Rafael Struick Resmi Bergabung ke Dewa United FC, Ardian Satya Negara: Dikontrak Tiga Tahun |
![]() |
---|
Kuota Pemain Asing Jadi 11, Pemain Lokal yang Tak Terpakai di Liga 1 Bisa Main di Kasta Lebih Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.