Liga 1

Meski Tampil Dominan, Pelatih Persija Thomas Doll Tak Masalah dengan Hasil Imbang 1-1 versus PSM

Persija tampil dominan, menguasai 80 persen laga, namun hanya bermain imbang 1-1 dengan PSM. Thomas Doll menyebut bukan hasil buruk.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Rusna Djanur Buana
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Hasil Liga 1, Persija Jakarta ditahan imbang PSM Makassar dengan skor 1-1 - Aksi pesepak bola Persija Jakarta, Ryo Matsumura dalam laga pekan pembuka Liga 1 2023/2024 antara Persija Jakarta melawan PSM Makassar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayang, Jakarta, Senin (3/7/2023). 

Sementara Persija melakukan 15 kali pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning.

Namun pada akhirnya strategi bertahan ini bisa ditembus oleh Ryo Matsumura yang membuat gol di menit ke-81.

Dari sisi jumlah sepak pojok, masing-masing tim mencatat empat kali sepak pojok.

Baca juga: Persija Jakarta 1-1 PSM Makassar: Gol Ryo Matsumura Selamatkan Wajah Macan Kemayoran dari Kekalahan

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll menilai para pemainnya terlihat masih kesulitan berkembang pada babak pertama.

Usai mendapatkan evaluasi, Andritany Ardhiyasa dkk mulai bermain dengan skema yang ia inginkan pada babak kedua.

"Babak pertama saya tidak suka. Tidak main bagus. Beberapa pemain dapat tekanan tapi tidak bagus dalam menguasi bola, kita salah. Kalah duel bola juga," ujar Thomas Doll seusai laga.

"Kita tahu semua PSM punya spesialis di freekick, corner. Mereka punya striker tinggi. Mereka banyak memanfaatkan itu. Babak pertama saya tidak suka,"

"Kemudian babak kedua, semua pemain minta bola. Sayap lebih cepat. Semua ingin cetak gol dan tidak mau kalah. Kita punya banyak kesempatan cetak gol, tapi skor 1-1 ya tidak apa-apa," jelasnya.

Di sisi lain, pelatih asal Jerman itu justru menyoroti permainan PSM yang kerap mengulur-ulur waktu dengan berpura-pura jatuh.

Baca juga: BREAKING NEWS: Belum Genap 15 Menit, Persija Tertinggal 0-1 dari PSM.

Bahkan dirinya membandingkan kondisi tersebut apabila terjadi di pertandingan Eropa.

Menururnya, hal-hal seperti itu di Liga Indonesia tak lagi harus dilakukan dan wasit sebagai pengadil di Lapangan juga harus memberikan sanksi tegas kepada pemain yang kerap mengulur-ulur waktu.

"Tapi intinya saya tudak suka jalannya laga hari ini, karena banyak pemain yang ulur waktu. Jadi kita kehilangan ritme," ujar Thomas Doll.

"Jakmania datang untuk nonton. Bukan setiap 3 menit semua orang jatuh buang waktu. Terutama nomor 4 (Yuran). Dia terhitung 6 kali jatuh dan dia main 90 menit. Di Eropa tidak bisa seperti itu. Dia bisa dapat kartu merah. Padahal atmosfer luar biasa tapi buang waktu rusak semuanya,"

"Di liga sekarang saya pikir semua berubah. Ini bukan karena kami tertinggal. Tapi ritme selalu hilang. Bola indonesia harus lebih berkembang," pungkasnya.

Tavares Puji Jakmania

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved