Jumat, 29 Mei 2026

Berita Politik

Denny Indrayana Hampir Mau Permalukan Presiden Jokowi di Australia

Pengamat Tata Negara sekaligus Politisi Demokrat Denny Indrayana mengaku hampir mau mempermalukan Presiden Jokowi saat kunjungan ke Australia.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Akun Twitter Denny Indrayana
Denny Indrayana bersantap lontong sayur saat merayakan Idul Adha, Ia menyatakan jangan mau dipecah belah oleh para buzzer Jokowi dengan bersilahturahmi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat Tata Negara sekaligus Politisi Demokrat Denny Indrayana mengaku hampir mau mempermalukan Presiden Jokowi saat kunjungan ke Australia.

Diketahui saat ini Presiden Jokowi berencana mengunjungi Sydney, Australia selama 2 hari mulai pada Senin (3/7/2023).

Denny Indrayana pun mengaku mau membongkar semua isu buruk di Indonesia ke Perdana Menteri Australia saat kunjungan Jokowi. Hal itu diungkapkan Denny Indrayana di akun twitternya.

Mantan Wamenkumham itu mengaku sempat terpikir untuk membuat surat terbuka kepada PM Australia, memprotes berbagai isu hukum, HAM dan antikorupsi di tanah air.

Sebab kata Denny Indrayana, sebenarnya, secara domestik, isu-isu tersebut tidak kunjung diselesaikan pemerintahan Jokowi.

Bahkan, Denny Indrayana berpandangan dan menyimpulkan, Presiden Jokowi adalah salah satu sumber utama masalahnya.

Maka, kata Denny Indrayana dibutuhkan dorongan dari masyarakat dan dunia internasional untuk ikut membantu penyelesaian masalah-masalah tersebut, tanpa harus mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia.

Baca juga: Denny Indrayana: Selamat Idul Adha, Jangan Mau Dipecah-belah Buzzer Jokowi!

Namun kata Denny Indrayana, setelah menimbang berbagai aspek, ia tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi.

Sebab menurutnya, Presiden Jokowi bagaimanapun adalah simbol negara bangsa Indonesia.

Sehingga ia memutuskan tidak menuliskan surat terbuka demikian.

“Tetapi, setelah menimbang berbagai aspek, dan tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi, yang bagaimanapun adalah simbol negara bangsa kita, Indonesia, saya putuskan tidak -- paling tidak belum -- menuliskan surat terbuka demikian,” bebernya.

Adapun kata Denny Indrayana opsi untuk membawa isu penegakan hukum, ham dan antikorupsi di Indonesia agar menjadi atensi dunia internasional, tetap ada dalam pemikiranya.

Kata Denny, ia tinggal cari cara dan waktunya yang perlu dipikirkan secara tepat dan bijak.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved