Berita Jakarta
Moderasi Beragama Ala Menag: Harus Dijabarkan Setiap Kegiatan Ceramah, Khutbah, dan Pendidikan
Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI, Supriyadi sampaikan kebijakan jajarannya terkait program moderasi beragama wajib dihadirkan beragam kegiatan.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Coumas melalui Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI, Supriyadi sampaikan kebijakan jajarannya terkait program moderasi beragama wajib dihadirkan pada beragam kegiatan.
"Moderasi beragama harus dapat dijabarkan dalam setiap kegiatan seperti tema ceramah, khutbah, maupun materi pendidikan keagamaan, yang dilakukan secara sistematis, baik di satuan atau lembaga pendidikan dan rumah ibadah," ucap Supriyadi saat sambutan acara Dharmasanti Waisak Nasional ke 2023/2567 BE di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (1/7/2023).
Dilanjutnya, terdapat peta jalan penguatan moderasi beragama juga telah disiapkan untuk merealisasikan target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.
Mengingat, seluruh jajaran unit eselon satu Kementerian Agama (Kemenag) dijadikan peta jalan tersebut, sesuai dengan panduan dalam melaksanakan program dan kegiatannya masing-masing.
"Sejumlah langkah implementasi program moderasi beragama telah dilakukan, seperti pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada pegawai, pejabat, dosen, guru, pengawas, penyuluh agama, hingga para siswa dan mahasiswa," lugasnya.
Berdasarkan hal itu, Program Training of Trainers untuk melahirkan instruktur atau fasilitator moderasi beragama juga rampung disiapkan.
Ditambah, penguatan dialog kerukunan, baik dalam intern agama maupun antar agama, hingga serta upaya deteksi dini potensi konflik keagamaan.
Pada waktu yang bersamaan, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono sampaikan pentingnya nilai kebersamaan dalam keberagaman seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam sambutannya di acara serupa, Heru berharap nilai yang disampaikan tersebut bisa terus terjaga tidak hanya hingga saat ini saja, melainkan seterusnya.
Baca juga: Dirjen Bimas Buddha Kemenag Ungkap Persiapan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur Sudah 90 Persen
"Mari jadikan perayaan Waisak sebagai sebagai pengingat diri untuk selalu membantu sesama, dan mengikat terus kebersamaan harmoni, agar seluruh umat beragama dapat hidup berdampingan secara rukun," kata Heru, Sabtu (1/7).
Orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut pun juga menyampaikan rasa syukur, sebab dengan terselenggaranya rangkaian Hari Waisak hingga kini berjalan dengan baik, dapat mencerminkan bahwa Jakarta mampu menjadi rumah yang aman juga nyaman untuk melanjutkan kebersamaan harmoni dalam modernisasi keberagaman.
Selain itu, momentum hari waisak juga dapat dijadikan refleksi, guna mengamalkan kebajikan dan sikap murah hati kepada sesama.
"Saya percaya seluruh umat Buddha mampu berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai diteladankan oleh sang Buddha," tutur Heru.
"Saya kuga mengucapkan selamat hari waisak dan hari ini umat Buddha di taman mini akan beribadah, dan tentunya saling mendoakan, dan semoga ibadah ini bisa berjalan dengan baik," tambahnya.
Baca juga: Lakukan Pertemuan dengan Umat Buddha Tamil, Dirjen Komitmen Beri Layanan Semua Umat Buddha
800 Umat Buddha
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pemuka-agama-Buddha-tengah-melakukan-prosesi-pemandian-rupang-menggunakan-kembang-tujuh-rupa.jpg)