Kedubes AS
Heru Budi Hartono Senang Kedubes AS Patuh, Izinkan Blokade Pedestrian Dibuka
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono apresiasi Kedubes AS yang kooperatif mengizinkan blokade pedestrian dibuka.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkap, blokade di pedestrian Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) telah dibuka, Jumat (9/6/2023) malam.
Pengangkatan moveable concrete barrier (MCB) berbahan beton itu menggunakan truk dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
“Dilakukan jam 22.00-23.00, pengangkatan MCB oleh Dinas Bina Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan. Disaksikan pihak keamanan Kedubes AS,” kata Heru, Minggu (11/6/2023).
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Wiwik Wahyuni menambahkan, pemerintah daerah telah melakukan pembukaan kembali (re-opening) badan jalan dan trotoar di depan Kedubes AS.
Pembukaan blokade itu dilakuakn setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan stakeholder terkait.
Baca juga: Politisi PDIP Desak Pemprov DKI Segera Cari Solusi Blokade Pedestrian di Depan Kedubes AS
“Pekerjaan ini dilaksanakan pada hari Jumat (9/6/2023) yang dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan melakukan pengangkatan barier beton,” ujar Wiwik.
“Pelaksanaan pekerjaan telah berjalan dengan baik, sehingga trotoar dapat difungsikan kembali sebagai akses pejalan kaki, dan membuat masyarakat nyaman dan aman,” sambungnya.
Sedangkan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Y Kim menyatakan, bersedia membuka penutup trotoar di depan kantornya dan siap berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.
“Aksesibilitas, keamanan, dan 'walkability' adalah faktor pertimbangan penting untuk kota besar seperti Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Blokade Pedestrian di Depan Kedubes Amerika Ganggu Pejalan, Pemprov Koordinasi dengan Kemenlu
"Kami menyambut baik dan menantikan kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk pembukaan kembali trotoar di depan Kedubes AS,” imbuh Sung Y Kim seperti dikutip lewat akun Twitter resminya @USAmbIndonesia, Selasa (6/6/2023).
Diberitakan sebelumnya, Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) meminta Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan diplomasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serika (AS) untuk Indonesia.
Hal ini buntut penutupan pedestrian di depan kantor Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat sejak beberapa tahun lalu.
Ketua Kopeka Alfred Sitorus mengungkapkan, penutupan pedestrian itu sebetulnya sudah terjadi sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Jokowi pada 2014 lalu.
Namun sampai sekarang, blokade pedestrian masih dilakukan menggunakan kawat berduri dan pembatas beton, sehingga pejalan kaki terpaksa harus turun ke bahu jalan ketika melintasi pedestrian teersebut.
“AS kan menganut kota yang workable city, rumah bagi pejalan kaki kenapa sih se-eksklusif itu trotoarnya padahal itu ruang publik loh. Jadi yang bukan hak milik mereka harusnya tunduk pada hak hukum di mana mereka berada,” kata Alfred, Selasa (6/6/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pj-gubernur-dki-jakarta-heru-budi-hartono-meminta-jajarannya-jika-jakarta-sudah-tak-lagi-ibu-kota.jpg)