Jumat, 24 April 2026

Berita Video

VIDEO Viral Komandan Minta Setoran Kepda Bripka Andry, Mabes Polri Angkat Bicara

Curhatan di media sosial Bripka Andry yang mengaku dimintai uang hingga Rp650 juta oleh Kompol Petrus.Karo Penmas Divisi Humas Polri angkat bicara

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan, tidak boleh ada setor-menyetor antara bawahan dan atasan di lingkungan Polri.

Hal itu sehubungan curhatan di media sosial Bripka Andry yang mengaku dimintai uang hingga Rp650 juta oleh Kompol Petrus.

Saat itu, Kompol Petrus masih menjabat sebagai Komandan Batalyon B Satbrimob Polda Riau.

"Tidak ada di lingkungan Polri mengatur setor-setoran ya. Jadi kalau pertanyaannya boleh atau tidak, ya pasti tidak boleh ya," ujar Ramadhan, kepada wartawan, Rabu (7/6/2023).

"Tidak ada aturan yang mengatur seperti itu, jadi itu tidak boleh. Jadi kalau memang ada seperti itu, tentu akan berhadapan dengan hukum," sambungnya.

Polri, kata Ramadhan, tetap berkomitmen untuk menindak tegas terhadap pelanggaran dan penyimpangan.

Baik itu pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik maupun tindak pidana oleh anggota Polri.

"Pasti akan dilakukan penindakan. Tapi secara prinsip ini komitmen Polri, jadi tidak menunggu kasus itu ada kasus yang dilaporkan, diperintahkan untuk ditindaklanjuti dan kami pastikan kasus itu bila memenuhi unsur apakah itu pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik apalagi pelanggaran pidana pasti ditindaklanjuti," tutur dia.

Baca juga: VIDEO Ternyata Inilah Pemicu Ambar Ditabrak Kekasihnya hingga Alami Luka Serius

"Tentu kami membuka tangan masyarakat yang ikut melakukan pengawasan terhadap Polri, pengawasan itu di Polri sudah ada Propam, Irwasum ada dan bila ada masyarakat yang melakukan kontrol sosial dengan bentuk misalnya melaporkan kepada kepolisian adanya perbuatan seperti itu ya kami mengucapkan terima kasih dan kami tindaklanjuti," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang anggota Brimob Polda Riau Bripka Andry Darma Irawan tiba-tiba menghilang usai membongkar borok atasan.

Diketahui sosok Bripka Andry viral usai curhatnya dipalak komandan sendiri hingga Rp650 juta.

Bripka Andry mengaku kerap dipalak komandannya sendiri bernama Kompol Petrus H Simamora.

Dalam capture pesan Whatsapp, Kompol Petrus kerap memalak Bripka Andry mulai dari jutaan hingga puluhan juta.

Baca juga: VIDEO AHY Bicara soal Putusan MA PK Moeldoko, yang Menentukan Nasib Demokrat

Totalnya kata Bripka Andry, apabila dikumpulkan jumlahnya mencapai Rp650 juta.

Usai membongkar kasus tersebut, Bripka Andry tiba-tiba saja menghilang. Propam Polda Riau disebut sulit menghubungi Bripka Andry untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemalakan tersebut.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved