Rabu, 22 April 2026

Pilpres 2024

Ganjar Pranowo Ajak Generasi Millenial dan Gen Z Warisi Api Perjuangan PDIP

Ganjar Pranowo ajak generasi millenial dan Gen Z untuk mewarisi api perjuangan PDIP yang dalam perjalanannya penuh lika liku pengorbanan, denga

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: PanjiBaskhara
Warta Kota/Alfian Firmansyah
Ganjar Pranowo usai menghadiri Konsolidasi Akbar Pemenangan Pemilu DPD PDIP DKI Jakarta di Hall Basket Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM - Bacapres PDIP Ganjar Pranowo menyatakan PDIP adalah partai ideologis yang memiliki semangat juang dan kesabaran revolusioner.

Ganjar Pranowo pun mengajak generasi millenial dan Gen Z mewarisi api perjuangan PDIP yang dalam perjalanannya penuh lika liku pengorbanan, dengan darah dan air mata.

"2024 adalah tantangan kita bagaimana menggaet Generasi millenial yang kelahiran 1981-1996, dan Gen Z kelahiran tahun 1997-2012," katanya Ganjar Pranowo di hadapan ribuan kader PDI Perjuangan DKI Jakarta dalam acara Konsolidasi Akbar Pemenangan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2024 di Hall Basket Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2023).

Ganjar Pranowo akui, sebagian besar generasi millenial dan Gen Z belum mengetahui bagaimana sejarah PDIP yang dulu sampai ingin dibubarkan, hingga terjadi peristiwa Kudatuli (peristiwa penyerangan kantor PDI 27 Juli 1996).

"Saya mau cerita saja. Anda (generasi millenial dan Gen Z) adalah sebagian diantara yang tidak mengikuti (sejarah perjuangan PDIP)," ujar Ganjar Pranowo.

"Mereka (millenial dan Gen Z) tak tau bagaimana berdearah-darahnya PDIP mempertahankan hilangnya demokrasi sampai 27 Juli 1996 kejadian di Jalan Diponegoro. Itu darah yang diberikan, itu harga diri yang dipegang. 1996," kata Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo pun menuturkan bagaimana pada 1997 PDIP (Saat itu masih PDI) tidak bisa ikut pemilu, dan akhirnya suara PDIP dilimpahkan kepada PPP.

"1997 kita tidak ikut pemilu. Tadi saya ke PPP senangnya PPP karena yang pertama diterima Ketum Ibu Megawati Soekarnoputri. Suara PDIP (Pemilu 1997) semuanya dilimpahkan ke PPP," tutur Ganjar Pranowo.

"Apakah demokrasi dan demokratisasi kala itu berjalan dengan baik. Jawabannya tidak. Dan terbukti, usianya hanya satu tahun karena setahun setelah itu geger dan lengserlah Pak Soeharto (reformasi 1998)," lanjut Ganjar Pranowo.

Atas semua perjalanan sejarah itu, Ganjar Pranowo menyampaikan, kesabaran revolusioner PDIP terbukti berbuah hasil, karena kemenangan berpihak pada politik kebenaran.

"Maka pemilu 1999 PDIP untuk pertama kali memangkan kontestasi dengan suara terbanyak. Saya menyampaikan inilah kesabaran revolusioner," pungkasnya.

(Wartakotalive.com)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved