Final Liga Europa

Final Liga Europa: The Specialists versus The Special One

The Specialists merujuk prestasi Sevilla sebagai tim yang paling sering menjadi juara Liga Europa sementara The Special One adalah julukan Mourinho.

Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
Twitter AS Roma
Pelatih AS Roma Jose Mourinho memimpin sesi latihan jelang laga final Liga Europa melawan Sevilla. Kedua tim bertemu di final Liga Europa, Kamis (1/6/2023) pukul 02.00 WIB di Puskas Arena Budapest Hungaria 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Pelatih AS Roma Jose Mourinho menegaskan timnya tidak khawatir dengan Sevilla yang berstatus sebagai juara Liga Europa enam kali.

Kedua tim bertemu di final Liga Europa, Kamis (1/6/2023) pukul 02.00 WIB di Puskas Arena Budapest Hungaria.

Sevilla yang saat ini ditukangi Jose Luis Mendilibar mengincar trofi Liga Europa ketujuh.

Media Hungaria menyebut laga tersebut sebagai duel 'The Specialists melawan The Special One'.

The Specialists merujuk prestasi Sevilla sebagai tim yang paling sering menjadi juara Liga Europa sementara The Special One adalah julukan Jose Mourinho.

Baca juga: Jose Mourinho Membuat Serie A Bisa Betap Berkemilau, Setelah Kepergian Cristiano Ronaldo dan Lukaku

Yang menarik Jose Mourinho belum pernah kalah di lima partai final di level Eropa.

"Fakta bahwa Sevilla sering menjadi juara di Liga Europa, tapi bagi saya itu bukan sesuatu yang harus diperhitungkan.

Sebaliknya rekan saya pelatih kepala Sevilla Jose Luis Mendilibar berpikir sebaliknya, dan saya tetap menghormatinya," kata Mourinho.

“Dia percaya bahwa sejarah menjadikan Sevilla sebagai favorit, saya menghargainya.

Yang pasri kami berada di final karena kami pantas untuk itu. Mereka memiliki sejarah yang tidak kami miliki.

Bagi mereka bermain di final adalah hal yang biasa, bagi kami itu adalah peristiwa yang luar biasa," tutur eks pelatih Real Madrid dan Chelsea ini.

Jika menang, Mourinho menjadi pelatih pertama yang memenangi Liga Europa dengan tiga tim yang berbeda.

Sebelumnya pelatih berpaspor Portugal ini pernah meraih sukses bersama FC Porto (2003) dan Manchester United (2017).

Baca juga: Paul Scholes Mempertanyakan Masa Depan De Gea di Old Trafford Setelah Serangkaian Eror di Sevilla

"Dua tim yang lolos ke final adalah dua tim hebat, dengan pemain level tinggi.

Menarik karena kita berbicara tentang pengalaman melatih, tetapi kami menghadapi tim Sevilla yang memiliki pemain yang sangat terbiasa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved