Penyakit Lato lato
Waspada, Penyakit Lato-lato Terdetekasi pada Sapi di Depok, Begini Ciri-cirinya
Dede mengungkapkan, penanganan dan pencegahan penyakit LSD pada sapi harus dilakukan vaksinasi secara spesifik.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
Dia mengungkapkan pihaknya mengedepankan kualitas sapi saat menjual hewan kurban.
"Kami menjamin sapi yang dijual untuk hewan kurban itu sehat," jelas Hendra.
Untuk mengantisipasi penyakit LSD dan PMK pada sapi, Farm Shogir berinisiatif untuk mencegah sejak membeli sapi dari Bali hingga tiba di kadang.
"Kami bersama asosiasi peternak sapi membeli vaksin untuk pencegahan LSD secara mandiri di Australia. Vaksin ini untuk kekebalan tubuh," tuturnya.
Vaksin ini beli secara mandiri dan tidak dibiayai oleh pemerintah.
"Sapi Bali yang kami beli tentunya melalu proses karantina dan sudah divaksin," ujar Hendra.
Ia mengatakan ciri-ciri sapi terjangkit LSD yaitu tubuh sapi berbenjol seperti lato-lato dan nafsu makan berkurang atau tidak mau makan dan mengalami demam.
Baca juga: Laporkan Dugaan KDRT, Istri di Depok Malah jadi Tersangka, Polisi: Dia Meremas Alat Kelamin Suaminya
"LSD ini bukan kejadian luar biasa. Tapi kami sebagai penjual hewan kurban mengantisipasi dan mencegah penyakit LSD dan PMK," tandas Hendra.
Selain pemberian vaksin pria yang akrab disapa Hendra Shogir ini menambahkan pencegahan dan mengantisipasi penyakit PMK dan LSD kebersihan kandang harus bersih.
"Pemberian vitamin dan obat-obatan perlu, terutam vaksin untuk pencegahan penyakit," ungkap Hendra Shogir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/penyakit-lato-lato.jpg)