Rabu, 13 Mei 2026

Perkuat Etika Digital di Lingkungan Pendidikan, Kemenkominfo Gandeng Perguruan Tinggi

Kemenkominfo berkolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan Perguruan Tinggi untuk melakukan literasi kepada masyarakat di sektor pendidikan.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Pandu Digital Indonesia menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital sektor Pendidikan. 

WARTAKOTALIVE.COM — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Pandu Digital Indonesia menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital sektor Pendidikan.

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Kemenkominfo Bambang Tri Santoso menyampaikan bahwa Kemenkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika sudah melakukan berbagai upaya kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak terutama perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) maupun yang di bawah Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan program Literasi Digital, khususnya di Sektor Pendidikan.

“Kami sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dirjen Aptika dan dengan sebanyak kurang lebih 20 institusi pendidikan,” ungkap Bambang Tri Santoso dalam keterangan resminya.

Seperti Jumat (12/5/2023) lalu, kegiatan Literasi Digital di Sektor Pendidikan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemenkominfo RI menggandeng 7 Perguruan Tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Universitas Indonesia Timur, Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, Universitas Muhammadiyah Makassar, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Islam (STIBA) Makassar, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bayan Hidayatullah Makassar, Institut Bisnis dan Teknologi Kalla, dan Universitas Kristen Indonesia Paulus.

Baca juga: Viral Sosok Bos Ajak Staycation Diduga Merangkap Jadi Dosen

Baca juga: Bantah Kabar Pelit Selama Menikah, Ari Wibowo Buktikan Tetap Tanggung-jawab pada Istri dan Anak-anak

Kegiatan Literasi Digital itu digelar secara hybrid di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan diikuti lebih dari 230 peserta offline serta sekitar 60 peserta online.  

Mereka terdiri dari Tenaga Pendidik, Peserta Didik, Dosen, dan Mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini bertujuan menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang mempunyai etika, berbudaya dan tentram dalam penggunaan serta pemanfaatan media digital.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memicu tenaga pengajar untuk berperan aktif dalam meliterasi digital anak didik guna meningkatkan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menyelesaikan masalah terkait digitalisasi.

Kemenkominfo berkolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan Perguruan Tinggi di Indonesia untuk melakukan literasi kepada masyarakat di sektor pendidikan mengenai materi yang didasarkan pada 4 pilar utama Literasi Digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Baca juga: Ibunda Habib Bahar Kisahkan Situasi Mencekam saat Anaknya Ditembak, Jalan Merangkak Bersimbah Darah

Baca juga: Aura Kasih Didaftarkan Menjadi Caleg DPR RI, Irit Bicara dan Merasa Belum Punya Banyak Ilmu Politik

Asisten 2 Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ichsan Mustari menyampaikan bahwa masyarakat jangan menolak adanya perubahan dan harus berani bertransformasi di era digital.

Perubahan ini harus disesuaikan dengan kaidah sosial dan kearifan lokal setempat.

Ichsan juga menyampaikan bahwa pada era revolusi industri 4.0 dan smart society 5.0 memberikan dampak positif terhadap sistem pendidikan di Indonesia,

“Salah satu dampaknya adalah bagaimana pendidikan sekarang lebih diarahkan kepada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam bidang Science, Technology, Engineering, dan Math,” ujar Ichsan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. dalam sambutannya secara daring menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah sikap jalan tengah, tidak berada di kutub ekstrim dan tidak berlebih-lebihan dalam segala hal termasuk saat beraktivitas di media sosial.

Baca juga: Putu Rudana: Alutsista Kontingen Garuda Indobatt di Lebanon Perlu Ditingkatkan

Baca juga: Kabar Penembakan Habib Bahar Bin Smith di Bogor, Tidak Ada Proyektil Peluru dan Saksi

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved