Berita Jakarta
DLH DKI Jakarta Gencar Lakukan Program Kampung Iklim Agar Mengurangi Emisi Gas
Dengan dibuatnya kampung iklim di Jakarta diharapkan warga bisa menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta gencar mensosialisasikan Program Kampung Iklim (Proklim) di wilayah DKI Jakarta.
Kepala Seksi Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan, Program Kampung Iklim berlingkup Nasional dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.
Serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat local sesuai dengan kondisi wilayah.
Ada dua komponen utama Program Kampung Iklim yakni adaptasi dan mitigasi.
Adaptasi merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim, sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi .
Baca juga: Jakarta Timur Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah dan Kampung Iklim
Sedangkan, mitigasi adalah pengendalian untuk mengurangi resiko akibat peruabahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi atau meningkatkan serapan gas rumah kaca dari berbagai sumber emisi.
"Ada 80 kampung iklim (di Jakarta Timur) pada prinsipnya kita melakukan adaptasi dan mitigasi iklim dengan berbagai teori," jelas dia dalam acara Talkshow dan Sosialisasi Lomba "Kampung Bersih" 2023 yang diadakan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
Yogi menjelaskan terdapat upaya adaptasi, upaya mitigasi, dan aspek pendukung (kelembagaan) .
"Upaya adaptasi yakni pengendalian kekeringan banjir dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, antisipasi kenaikan air laut, rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi, dan gelombang tinggi, dan pengendalian penyakit terkait iklim," jelas dia.
Baca juga: DLH DKI Jakarta Beberkan Tujuan Lomba Pengelolaan Sampah dan Program Kampung Iklim
Selain itu, terdapat juga upaya mitigasi yakni pengelolaan sampah serta limbah padat dan cair, penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi, pengembangan lahan pertanian rendah emisi gas rumah kaca (GRK), peningkatan tutupan vegetasi, pencegahan/penanggulangan kebakaran hutan/lahan," ungkap dia.
Adapun aspek pendukung kelompok masyarakat yakni masyarakat adat, PKK, karang taruna, kelompok tani, kelompok pecinta alam, kader konservasi, perangkat desa, RW, dan dukungan kebijakan , tingkat swadaya serta kapasitas masyarakat .
Yogi menjelaskan persyaratan Kampung Program Iklim di antaranya:
1. Telah ada aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada lokasi yang diusulkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan selama lebih dari 2 tahun .
2. Telah terbentuk kelembagaan kelompok masyarakat sebagai penggerak kegiatan dan berjalan secara aktif di lokasi yang diusulkan.
3. Adanya berbagai aspek pendukung yang dapat menjamin keberlanjutan pelaksanaan dan pengembangan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Tak hanya itu, terdapat juga kategori Program Kampung Iklim yakni:
1. Nominasi Proklim Lestari
- Mendapat Proklim Utama .
- Pengayaan kegiatan adaptasi & mitigasi.
- Penguatan kelembagaan masyarakat.
- Membina minimal 10 lokasi lain.
2. Nominasi Proklim Utama (>81persen)
3. Nominasi Proklim Madya (51 – 80persen) 4. Nominasi Proklim Pratama (0-51persen)
Sampai dengan tahun 2022, kata dia, jumlah lokasi kampung iklim Provinsi DKI Jakarta sebanyak 245 RW .
Pada tahun 2022, pertama kalinya DKI Jakarta mendapatkan proklim tingkat lestari di RW 03 Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat .
Distribusi Lokasi Proklim di Jakarta Timur sebanyak 86 RW.
"Dari 86 ini semoga bisa jadi 200. Mudah-mudahan dengan lomba ini diteruskan dan jadi kebiasaan polanya bisa bertambah kampung iklim di Jaktim," ungkap Yogi.
Upaya Pengembangan Proklim
Melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik dengan tatap muka maupun melalui media.
Melakukan studi banding ke daerah lain yg dianggap memiliki kelebihan.
Memperkuat kemitraan dengan komunitas pecinta Lingkungan Hidup untuk menggerakkan Proklim.
Melakukan talk show di media elektronik untuk mensosialisasikan kegiatan kampung iklim.
Mengintegrasikan kegiatan proklim dengan kegiatan yg mirip pada SKPD lain.
Mengajak CSR untuk memfasilitasi/membina lokasi RW kampung iklim.
Mengembangkan manfaat ekonomi kegiatan Proklim, misal: pariwisata, pertanian kota, produk 3R, dan lain-lain. (m27)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Program-Kampung-Iklim-di-Jakarta234.jpg)