Senin, 13 April 2026

MSG atau Micin Disebut jadi Pemicu Obesitas, Kanker hingga Kebodohan, Benar kah?

informasi MSG atau micin bisa menyebabkan penyakit pemicu kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga penyebab kebodohan adalah tidak benar.

Editor: Junianto Hamonangan
Food Navigator
informasi MSG atau micin bisa menyebabkan penyakit pemicu kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga penyebab kebodohan adalah tidak benar. (Ilustrasi) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - MSG (Monosodium Glutamat) atau biasa dikenal sebagai micin, adalah salah satu penyedap rasa semua masakan yang terbuat dari garam natrium dan asam glutamat.

Sementara banyak yang mengatakan micin dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti pemicu kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga disebut sebagai penyebab kebodohan.

Terkait hal itu, Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia (P2MI) menggelar acara workshop yang bertajuk “Cinta Pakai Micin, Why Not?” belum lama ini.

Dosen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Dede Robiatul Adawiyah yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan informasi terkait MSG yang beredar di masyarakat tidak benar.

Baca juga: Harga Tiket Bus Melonjak, Endi Tetap Nekat Mudik Usai Setahun tak Bertemu Anak dan Istri

“Hoax yang beredar di masyarakat mengenai micin adalah tidak benar,” ucapnya, berdasar keterangan, Kamis (20/4/2023).

MSG mempunyai rasa, yaitu rasa umami yang merupakan rasa dasar kelima, selain asin, asam, manis dan pahit, karena MSG memiliki reseptor pada permukaan lidah dan aman dikonsumsi.

“MSG atau micin MSG memiliki acuan nilai asupan harian (ADI) sebagai not specified atau tidak dinyatakan, ini berarti MSG adalah bahan yang aman,” sambungnya.

Bahkan pada kenyataannya, kadar natrium (Na) pada MSG lebih sedikit ketimbang garam dapur. MSG mengandung 12 persen Na, sedangkan garam dapur 39 % .

“Artinya, kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi Natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur”, ujar Dede.

Baca juga: Pakar Pangan dari IPB Ini Sebut MSG Aman untuk Dikonsumsi, Asalkan Tidak Berlebihan

Ketua P2MI Doddy S. Widodo mengatakan bahwa melalui acara ini, terungkap stigma negatif yang selama ini melekat pada micin adalah tidak benar. Bahkan nyatanya micin merupakan material yang juga bermanfaat.

“P2MI berharap, melalui kegiatan ini masyarakat terinformasikan amannya mengkonsumsi MSG dan tidak lagi khawatir saat menambahkan micin pada masakan,” tutup Satria.

Adapun MSG diketahui aman dikonsumsi semua tahapan usia. Kadar keamanan MSG dijelaskan pada Permenkes dan BPOM.

Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan menjelaskan bahwa MSG dikategorikan sebagai bahan tambahan pangan.

Sifatnya diketahui tidak ada menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan dengan batasan pemakaian secukupnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved