Selasa, 14 April 2026

Kesehatan

Kelebihan Berat Badan Dapat Dikurangi Dengan Solusi Medis Tanpa Pembedahan

Tindakan tersebut dengan Endoskopi Bariatrik yaitu tindakan non bedah, dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop

Dokumentasi Privolzhsky Research Medical University, Russia
Prosedur endoskopi melakukan kegiatan medis tanpa pembedahan memasuki organ pencernaan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kelebihan berat badan sering kali menghinggapi masyarakat di perkotaan.

Di tengah kesibukannya untuk menjaga berat badan yang ideal, dapat dilakukan dengan berolahraga dan menjaga asupan makanan yang sehat.

Namun acak kali kedua hal tersebut telah dilakukan, namun kelebihan berat badan terus terjadi.

Salah satu solusi medis untu mengurangi lemak di dalam tubuh adalah dengan mengurangi volume lambung yaitu dengan bariatric endoscopy atau endoskopi bariatrik

Simak Video RUPST RS Siloam

Dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, dr. Cosmas Rinaldi A. Lesmana, Ph.D., Sp.PD, KGEH, F.A.C.P, F.A.C.G, FINASIM, seorang Senior Consultant for Advance Therapeutic Endoscopy di Gastrointestinal Cancer Center di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, tindakan medis endoskopi bariatrik ini bisa meningkatkan kualitas hidup para pasien obesitas dan fatty liver atau pasien dengan kondisi penumpukan lemak pada organ liver yang bisa sangat berbahaya ke dalam kondisi yang lebih sehat, produktif, dan seimbang.

Dokter Rinaldi telah mengantongi sertifikasi endoskopi bariatrik untuk dua prosedur, yaitu Endoscopic Sleeve Gastroplasty dan Intragastric Balloon dari Asian Institute of Gastroenterology (AIG) Hospital, Hyderabad, India yang bekerja sama dengan Mayo Clinic di Amerika Serikat dan menjadi salah satu dokter di Indonesia yang memiliki kompetensi menerapkan prosedur medis endoskopi bariatrik tersebut.

Dr. Cosmas Rinaldi A. Lesmana, Ph.D., Sp.PD, KGEH, F.A.C.P, F.A.C.G, FINASIM, seorang Senior Consultant for Advance Therapeutic Endoscopy di Gastrointestinal Cancer Center di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Dr. Cosmas Rinaldi A. Lesmana, Ph.D., Sp.PD, KGEH, F.A.C.P, F.A.C.G, FINASIM, seorang Senior Consultant for Advance Therapeutic Endoscopy di Gastrointestinal Cancer Center di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi (HO)

Berbeda dengan prosedur bedah bariatrik, dimana pada prosedur ini dilakukan proses pembedahan dan memotong sebagian organ lambung untuk mengurangi kapasitasnya.

Setelah pembedahan bariatrik, kemampuan lambung dalam menampung jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh akan jadi lebih terbatas sehingga yang akan membantu pasien dalam menurunkan berat badan secara signifikan ke depannya.

Akan tetapi, prosedur bedah tersebut memiliki risiko komplikasi yang cukup tinggi.

Sementara menurut dr. Rinaldi, “Dengan melakukan alternatif tindakan endoskopi bariatrik, pasien obesitas dengan fatty liver akan menjalani tindakan medis yang lebih bersahabat, aman, dan minim risiko karena tanpa proses pembedahan atau operasi. Tindakan endoskopi bariatrik ini bisa dilaksanakan cukup di ruang endoskopi saja. Tindakan ini juga akan sangat membantu sekali dalam menangani fatty liver yang 80 persennya diakibatkan oleh obesitas.”

Selain itu, dengan endoskopi bariatrik, tak hanya bisa mengusahakan penurunan berat badan dengan cukup signifikan, tetapi juga bisa membantu penyembuhan progresivitas penyakit hati kronik.

Baca juga: Lambungnya Tersisa 15 persen Usai Jalan Operasi Bariatrik, Begini Kondisi Melly Goeslaw

Baca juga: Melly Goeslaw Jadi tak Suka Begadang dan Rokok Usai Jalani Operasi Bariatrik


Menurut dr Rinaldi penderita obesitas dengan fatty liver, biasanya berisiko terkena GERD, serangan jantung koroner, stroke, diabetes melitus tipe 2 (kencing manis), serta darah tinggi (hipertensi).

Selain itu, penderita obesitas juga memiliki risiko mengalami penyumbatan pernapasan ketika sedang tidur.

Belum lagi, ancaman lainnya bagi penderita obesitas pria yaitu risiko terkena penyakit kanker prostat, sementara penderita obesitas wanita berisiko terkena kanker payudara dan kanker leher rahim.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved