Liga 1
PSSI Bakal Kenai Sanksi PSIS Semarang dan PSS Sleman, ini Kronologi Rusuh yang Terjadi
Sepak bola nasional kembali tercoreng, kali ini suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman bentrok di ajang Liga 1.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir belu m lama menjabat, namun berbagai cobaan muncul.
Tentu Erick tak menyangka mengurus sepak bola nasional cukup menguras energi.
Belum beres soal tragedi Kanjuruhan, batalnya Piala Dunia U20 2023 di Indonesia, kini muncul yang terbaru bentrok suporter PSIS Semarang dengan PSS Sleman.
Memang tak separah tagedi Kanjuruhan yang makan korban jiwa hingga 135 orang, namun saat ini FIFA sedang menyorot sepak bola Indonesia.
Tentu bentrok antar suporter ini bisa menjadi dasar FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada sepak bola Indonesia.
Pastinya akibat insiden tersebut, PSIS dan PSS bakalan mendapat sanksi dari PSSI.
Kronologi
Baca juga: Bentrok Suporter PSIS Semarang vs PSS Sleman, Fans Persita Sebut Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran
Bermula dari adu yel-yel, kedua kelompok suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman yang baperan mulai panas dan mengakibatkan bentrok.
Kerusuhan terjadi antara suporter PSS Sleman di tribun timur dan suporter PSIS Semarang, Snex di Tribun Utara, Minggu (2/4/2023) malam.
Akibat bentrokan tersebut mengakibatkan beberapa suporter mengalami luka-luka.
Namun, belum diketahui apakah sanksi yang didapatkan kedua kubu tersebut.
Baca juga: Bentrok Suporter Liga 1, Bus PSS Sleman Dikawal Ketat Polisi Tinggalkan Stadion Jatidiri
Pada laga lanjutan Liga 1 yang dimainkan di Stadion Jatidiri, Semarang, berkesudahan dengan skor 5-2 untuk PSIS Semarang vs PSS Sleman.
Terjadinya kerusuhan dikabarkan saat menjelang berakhirnya babak pertama.
Kronologi awal kerusuhan tersebut bermula dari saling adu yel-yel suporter, kedua kelompok mulai panas dengan saling lempar.
Pelemparan sempat reda saat dari masing-masing kubu ada yang meredam amarah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ketum-PSSI-Erick-Thohir-serahkan-surat-Presiden-FIFA-Gianni-Infantino-kepada-Presiden-Jokowi.jpg)