Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026

Pilpres 2024

Begini Cara Relawan Ganjar Pranowo Wujudkan Santri Mandiri dan Berdaulat

Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Provinsi Banten bertekad untuk terus mewujudkan santri mandiri dan berdaulat secara berkelanjutan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Provinsi Banten memberikan pelatihan budidaya ternak kambing kepada puluhan santri di Pondok Pesantren Darul Mutaalimin, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (1/4). 

WARTAKOTALIVE.COM - Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Provinsi Banten bertekad untuk terus mewujudkan santri mandiri dan berdaulat secara berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memberikan pelatihan budidaya ternak kambing kepada puluhan santri di Pondok Pesantren Darul Mutaalimin, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (1/4).

Koordinator Wilayah SDG Banten, Yury Alam Fathallah mengatakan peranan santri berpotensi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi keraykatan berbasis keumatan, dalam mencetak santri yang terampil berwirausaha.

Sekaligus bertujuan untuk memberikan dampak terhadap masyarakat yang sejahtera dengan mempertahankan nilai-nilai religius.

"Kami lakukan pelatihan budi daya kambing kepada para santri di kota Cilegon. Ini wujud komitmen SDG dalam mendukung program kewirausahaan di pesantren," buka Yury.

Dalam kesempatan tersbut, SDG memberikan enam ekor kambing kepada Pondok Pesantren Darul Mutaalimin.

Yury berharap, dengan bertambahnya hewan ternak tersebut makin bisa optimalkan pembelajaran santri dalam hal pembudidayaan hewan ternak kambing.

"Harapannya, produktivitas makin meningkat dan santri bisa terus mengoptimalkan pembelajaran hingga hasilnya bisa dimanfaatkan oleh santri," ujar Yury.

Selain itu, upaya lain terus dilakukan oleh Yury dalam menyusun program pemberdayaan bagi para santri.

“Sejauh ini program pemberdayaan santri yang sudah dilakukan salah satunya adalah menjahit, budi daya ternak kambing dan ke depan kami akan upayakan untuk masuk lahan pertanian seperti budidaya cabai," tambahnya.

Yury berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap Pondok Pesantren yang sudah dilakukan sosialisasi oleh SDG.

Hal tersebut dilakukan agar proses pelatihan dapat terkontrol hingga santri tersebut bisa mengimplementasikan di masyarakat.

"Kalau dampak langsung sih belum, semuanya masih proses, tetapi kami akan kawal terus dengan melakukan pendampingan secara berkesinambungan," lanjutnya.

Ponpes Darul Mutaalimin Berharap Program Berkelanjutan Bersama SDG

Lurah Pondok Pesantren Darul Mutaalimin, Zen Solihin akui, softskill para santri sudah diupayakan dalam rangka tingkatkan kapasitas SDM santri yang terampil dalam mengelola unit usaha di bidang peternakan.

"Dampak positifnya, santri mempunyai softskill dalam bidang ternak kambing. Selepas dari Pondok Pesantren, santri tersebut kami harapkan bisa melanjutkan keterampilan yang sudah diperoleh untuk menjadi wirausaha dan mendorong pembangunan ekonomi masyarakat sekitar," tambahnya.

Zen berharap kerjasama kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Sebab, Ponpes Darul Mutaalimin memiliki banyak lahan dan potensi yang bisa digarap secara bersamaan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan bersama SDG, karena kami pun masih memiliki lahan yang bisa dioptimalkan untuk pengembangan unit usaha kedepannya," pungkas Zen.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Elektabiltas Ganjar Pranowo Anjlok?

FIFA secara resmi batalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023.

Potensi sanksi FIFA untuk sepak bola Indonesia tersebut diketahui akan diputuskan pada tahap berikutnya.

Sejumlah pihak menilai batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023, imbas adanya penolakan Timnas Israel, oleh sejumlah kepala daerah.

Duketahui seperti Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Tentu saja, saat ini kepala daerah yang menjadi sorotan khusus adalah Ganjar Pranowo.

Pasalnya, politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini tengah jadi perbincangan karena digadang-gadang bakal menjadi calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Tal heran, kini Ganjar Pranowo 'dirujak' oleh netizen dan publik karena sikapnya yang diduga menyebabkan batalnya gelaran Piala Dunia U-20 Tahun 2023 di Indonesia.

Lalu, apakah sikap Ganjar Pranowo ini bakal menurunkan elektabilitas dan popularitasnya sebagai Capres 2024?

Atau justru Ganjar Pranowo bakal mendapat simpati dari kelompok yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina?

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, dua hal bisa terjadi dari peristiwa penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20.

Di mana, kata Dedi, PDIP bisa saja mendapat tambahan simpati dari kelompok pemilih pro Palestina, juga Ganjar yang sedang gencar lakukan propaganda untuk orientasi Pilpres.

Hanya saja, Dedi menilai, yang tidak terpikirkan adalah pemilih pro Palestina sudah cukup kuat di partai lain, Yakni PKS.

Sehingga upaya PDIP dan Ganjar justru akan dianggap sebatas mencari panggung di waktu yang tidak tepat.

"Situasi ini bisa saja simpati didapat, tetapi tidak menambah pemilih," ucap Dedi Kurnia saat dihubungi, Kamis.

Sebaliknya, lanjut Dedi, pemilih PDIP yang selama ini lebih terbuka terhadap Israel, akan merasa tertekan karena sikap PDIP tidak seperti biasanya.

Bahkan untuk urusan sepak bola yang miliki jumlah penggemar cukup banyak, bisa berganti kecewa dengan sikap PDIP dan Ganjar ini.

"Artinya, simpati yang didapat tidak menambah suara, pemilih loyal yang sudah ada cenderung kecewa dan meninggalkan Ganjar juga PDIP," terang Dedi.

Kedua, Dedi menyebut, gelaran ini seharusnya menjadi materi propaganda Presiden Jokowi. Di mana, Presiden disebut memerlukan pujian di tengah situasi ekonomi yang memburuk dan juga reputasi pemerintah.

"Sehingga kegagalan ini jelas mengecewakan bagi Jokowi, dan PDIP dianggap sebagai dalang, maka relasi Jokowi dan PDIP bisa saja terganggu," tambahnya.

Maka, Dedi menyebut hal ini bisa diartikan sebagai petaka bagi elektabilitas Ganjar. Karena, tidak mampu mengendalikan ambisinya sebagai tokoh yang sedang gandrung simpati.

"Tetapi gagal menyatakan gagasan dan ide yang lebih besar," jelas Dedi.

Tak Berdampak terhadap Kenaikan Elektabilitas Ganjar

Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif menilai, usaha yang dilakukan PDIP dan PAN memang tidak akan berpengaruh signifikan terhadap usaha menaikkan popularitas dan elektabilitas melalui isu penolakan Israel di Indonesia.

Buktinya piala dunia ini batal digelar di Indonesia karena meluasnya penolakan.

Tentu tidak akan berdampak terhadap kenaikan elektabilitas Ganjar dan PDIP sendiri.

"Ganjar dan PDIP akan kehilangan popularitas terutama di kantong pemilih yang pemilihnya tidak tertarik dengan isu Israel-Palestina ini, lantaran sikap politisi PDIP yang tegas melarang kedatangan timnas Israel di Indonesia," kata Ikhwan.

Dia mengatakan, seharusnya PDIP tetap mendukung langkah yang dilakukan pemerintah untuk mendukung timnas manapun berlaga di Indonesia.

Apalagi pemerintah melalui Presiden Jokowi terus mendukung semua negara untuk bisa bertanding di Indonesia.

Sehingga, opsi yang dipilih PDIP terkesan bertolak belakang dengan keputusan presiden yang juga merupakan salah satu kader PDIP sendiri.

Sementara, Pengamat Politik Arifki Chaniago menilai pernyataan Ganjar tersebut dan menurutnya tentu akan berdampak dalam kontestasi pilpres mendatang.

Dampak yang akan terlihat, yakni pengaruh Ganjar secara elektoral.

"Ganjar ini kan salah satu calon capres potensial di 2024. Pernyataannya yang ikut menolak Timnas Israel dengan berdampak dibatalkannya Indonesia tentu berpengaruh secara elektoral," kata Arifki, Kamis.

Arifki tidak menyalahkan penolakan yang keluar dari mulut Ganjar. Namun, dampak dari batalnya Piala Dunia U-20 ini akan berpengaruh terhadap pemikih muda penyuka sepakbola khususnya.

"Ganjar menolak itu tidak salah, tetapi dengan dibatalkannya piala dunia tentu banyak pemilih muda penyuka bola yang menganggap Ganjar ikut bagian dari pembatalan ini," ujar Arifki.

Lebih lanjut, Arifki menjelaskan pernyataan Ganjar jika dilihat dari semangat ideologi dan sikap politik Indonesia terhadap Israel sudah benar.

Namun, kelompok anak muda yang tergolong milenial dan Z tentu tidak terlalu peduli dengan hal itu.

"Jika kita ikuti percakapan di media sosial Ganjar sendiri, netizen ikut menyalahkan Ganjar atas kegagalan Indonesia sebagai tuan rumah," tuturnya.

Selain itu, sikap politik Ganjar yang berbeda dengan Jokowi soal Timnas Israel memperlihatkan bahwa Ganjar berada pada posisi yang berbeda.

Perbedaan pendapat ini bisa saja berdampak terhadap dukungan Jokowi terhadap Ganjar di Pilpres 2024.

" Kejadian ini mungkin saja menyebabkan Ganjar untuk dikaji lagi sebagai harapan penerus Jokowi," jelas Arifki.

"Jokowi berkemungkinan mengalihkan dukungan terhadap figur lain yang tergolong sebagai orang presiden. Ya, ada Prabowo, Airlangga, atau figur lain," sambungnya.

Diketahui, Timnas U-20 Israel menjadi salah satu dari 24 peserta Piala Dunia U-20 2023 yang akan berlangsung di Indonesia. Turnamen ini akan diselenggarakan pada 20 Mei sampai 11 Juni 2023.

Apalagi ini kali pertama bagi Indonesia bakal gelar event sepakbola dunia, setelah sebelumnya Piala Dunia U-20 kedua digelar di Asia Tenggara di Malaysia pada tahun 1997.

(Wartakotalive.com/TribunNetwork/Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved