Reduksi Emisi hingga 98 juta ton CO2 tahun 2030, PLN Ungkap Langkah dan Strateginya
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan berbagai upaya luar biasa atau extraordinary agar mereduksi emisi sebesar 98 juta ton CO2 tahun 2030.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah memetakan dan melakukan berbagai upaya luar biasa atau extraordinary yang akan mereduksi emisi sebesar 98 juta ton CO2 di tahun 2030.
Hal ini merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan nol emisi karbon atau net zero emission.
Executive Vice President Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Harlen mengatakan apabila upaya yang dimulai dari Paris Climate Agreement tahun 2015 tidak tercapai, dampak krisis iklim akan sangat membahayakan kehidupan di planet bumi.
Adapun Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim.
“Paling tidak untuk mereduksi emisi dari angka 433 juta ton ke 335 juta ton beberapa hal yang menjadi konsen PLN adalah co-firing biomass PLTU di 52 lokasi sampai dengan tahun 2025,” kata Harlen saat seminar bertajuk ‘Net Zero Emission Sebuah Keniscayaan, Tantangan Sekaligus Peluang Bisnis di Era Transisi Energi’ di kampus Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara (ITPLN) Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (30/3/2023).
Selain itu, kata Harlen, perseroan juga menambah pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 20,9 giga watt (GW), termasuk menggantikan rencana pembangunan PLTU menjadi EBT.
PLN juga berupaya mengurangi rencana pembangunan PLTU baru dengan total kapasitas 14,2 GW pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.
“Termasuk pembangunan pembangkit gas dengan total kapasitas 5,8 GW dan gasifikasi PLTG/MG”, ujar Harlen.
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Iwan Agung Firstantara, mengatakan sebagai anak perusahaan PT PLN, pihaknya siap mendukung kebijakan dan strategi tersebut.
Soalnya peran PLN EPI sebagai sub holding energi primer PLN dalam transisi energi menuju carbon neutral tahun 2060, yakni konversi PLTD, pengurangan emisi dengan biomassa dan ekspansi gas.
Baca juga: PLN Siapkan Kuota 100 Orang untuk Jadi Pegawai Jebolan dari Insitut Teknologi PLN
“Komitmen PLN EPI dalam mendukung transisi energi PLN menuju carbon neutral, dengan membentuk Direktorat Biomassa untuk mendukung pengurangan emisi oleh biomasa, serta Direktorat Gas dan BBM pada program ekspansi gas,” kata Iwan.
Menurutnya, keseriusan ini merupakan implikasi dari target tahun 2025 yaitu pengurangan emisi menggunakan biomassa sebesar 10,2 juta ton per tahun.
Ini merupakan angka yang cukup fantastis karena di 2024 target yang harus dipenuhi adalah 2,3 juta ton, sementara di 2023 ditarget 1,08 juta ton.
“Dengan potensi yang tersebar di bumi nusantara maka target yang cukup fantastis di 2025 dihadapi dengan optimisme yang tinggi di PLN EPI,” ujarnya.
Baca juga: PLN Jakarta Raya Siagakan 2.148 Petugas Selama Ramadan hingga Idulfitri 1444 H
“Salah satu strategi PLN EPI untuk memenuhi kebutuhan 10,2 juta ton pada tahun 2025 dan seterusnya adalah melakukan pemetaan resource yang akan dikelola menjadi reserved dan terkontrak untuk menjamin security of supply,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/seminar-di-kampus-institut-teknologi-perusahaan-listrik-negara-itpln-cengkareng-jakarta-barat.jpg)