Ramadan

Sambut Bulan Ramadan, Preman Jatibaru Tanah Abang Bunuh Teman, Kesal Dibilang Bodoh

Cara peman menyambut bulan Ramadan tentu beda dengan masyarakat. Mereka merayakannya dengan mabuk miras, setelah itu berantem hingga tewas.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
warta kota/nuril yatul
BI (40), preman Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyambut Ramadan dengan mabuk dan membunuh temannya, karena marah dibilang bodoh. Kini, BI ditahan Polres Metro Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polisi meringkus pria berinisial BI (40) yang diduga preman, karena melakukan penusukan dan menggorok teman sejawatnya berinisial PW (39) hingga tewas.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Jatibaru Raya, RT 002/ RW 001, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2023), saat detik-detik menyambut bulan Ramadan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreksrim) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Hady Siagian mengatakan, pelaku tega menghabisi nyawa temannya itu dengan cara menusuk punggung korban sebanyak enam kali dan menggoroknya hingga tewas.

Baca juga: Ramadan 2023, Polres Karawang Berbagi Takjil Gratis 500 Bungkus Setiap Hari

Menurut Hady, senjata tajam (sajam) yang digunakan berjenis pisau belati.

"Tersangka menusuk punggung korban sebanyak enam kali hingga jatuh dalam posisi terlentang dan menggorok leher korban dengan menggunakan pisau," ujar Hady dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2023).

Hady mengungkapkan, kejadian tersebut bermula saat korban dan pelaku tengah asyik berpesta minuman keras, menyambut bulan Ramadan.

"Sekitar 21.00 WIB, tersangka sedang minum-minuman keras di lapak saksi YS. Lalu korban datang dan bergabung minum dengan tersangka," kata Hady.

Baca juga: Dishub DKI Jakarta Bantah Pernyataan Polda Metro Jaya Soal tak Ada CFD Selama Ramadan 2023

Kemudian, sekitar pukul 00.00 WIB, korban mabuk parah dan meracau. Ia melontarkan kalimat menantang kepada pelaku.

"Korban mulai meracau dan menyampaikan omongan tak menyenangkan kepada korban. Seperti mengatakan, 'Saya tidak pernah takut dengan kamu'. Dijawab tersangka, 'Sudahlah malu dilihat orang banyak'," ujar Hady.

Namun, korban terus meracau dengan melontarkan kalimat ejekan sampai emosi pelaku terpancing.

Saat itulah, pelaku menusuk korban sebanyak enam kali dan menggorok lehernya.

"Korban bilang, 'Bodoh lo!', kemudian sempat terjadi cekcok hingga akhirnya korban berkata kepada tersangka, 'Mau kamu apa?', akhirnya tersangka menusuk punggung korban sebanyak enam kali," ucapnya.

Menurut Hady, belati yang dipakai pelaku untuk membunuh korban merupakan sajam yang dibawanya sehari-hari untuk penjagaan diri.

"Kalau dari keterangan pelaku, sajamnya berupa pisau atau belati. Memang kebiasaan (belati) dibawa pelaku untuk berjaga diri," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved