Sabtu, 25 April 2026

Mata Lokal Menjangkau Indonesia

Gerbang Darling dan Pertanian Urban di Kolong Tol Becakayu

Kehadiran "Gerbang Darling" di kolong tol Becakayu tak cuma menyegarkan tampilan di lingkungan sekitar namun hasil panennya bermanfaat untuk warga.

|
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Eko Priyono
Warta Kota/Rendy Rutama Putra
Warga RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur memanen di Gerbang Darling jalan Inspeksi Kalimalang Pangkalan Jati, RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023). Warga memanfaatkan lahan di kolong jalan tol Becakayu itu untuk tempat bercocok tanam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kamis (2/3/2023) siang, Ketua RW 13 Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur Khotibul Umam tampak bermandi keringat. Ia memakai topi fedora, kaus polo hitam dibalut rompi hijau, dan memegang bakul. Umam turut membantu warganya memanen beragam sayur mayur di kolong jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu.

Aktivitas ini digeluti Umam dan warganya dua tahun terakhir. Ia dan beberapa warga berinisiatif mengubah lahan kosong di bawah ruas tol Becakayu, menjadi "tanah hidup".

Tahun 2020 lalu, lahan seluas 500 meter persegi ini cuma gundukan tanah. Yang dihasilkan bila musim kemarau tiba hanya embusan debu.

Hal inilah yang melandasi Umam dan warganya mengajukan izin ke pihak terkait. Mereka ingin mengubah lahan tandus yang berlokasi di jalan Inspeksi Kalimalang Pangkalan Jati, RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Gayung bersambut. Perum Jasa Tirta (PJT) selaku pemilik lahan, memberi lampu hijau. Pertanian urban atau urban farming, praktik bercocok tanam secara mandiri di wilayah perkotaan, dipilih.

Tempat yang sudah diubah tersebut dinamai Gerbang Darling, Gerakan Bangsa Sadar Lingkungan.

Warga RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur memanen di Gerbang Darling jalan Inspeksi Kalimalang Pangkalan Jati, RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023). Warga memanfaatkan lahan di kolong jalan tol Becakayu itu untuk tempat bercocok tanam.
Warga RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur memanen di Gerbang Darling jalan Inspeksi Kalimalang Pangkalan Jati, RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023). Warga memanfaatkan lahan di kolong jalan tol Becakayu itu untuk tempat bercocok tanam. (Warta Kota/Rendy Rutama Putra)

Beragam sayuran seperti sawi, kangkung, kembang kol, bayam merah, bayam hijau, cabai dan buah-buahan di antaranya nanas serta melon ditanam warga RW 13.

Tanaman toga seperti jahe dan kencur pun dibudidayakan. Dalam prosesnya warga RW 13 dibantu petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu.

"Niat awalnya karena pengin kampung kami lebih produktif lagi. Jadi kami memanfaatkan lahan kosong seizin pihak PJT," ujar Umam ditemui Warta Kota di lokasi.

Hasil panen

Meski dibantu petugas PPSU, lanjut Umam, warganya yang bertanggung jawab penuh atas pembibitan, perawatan, hingga panen. Bahan baku dibiayai secara urunan.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengurus "Gerbang Darling" juga bergantian, mana warga yang sedang tak sibuk saja. Lahan ini biasanya "dipadati" warga dan petugas PPSI pada dua jam yakni pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB.

Mereka biasanya akan berada di lahan tersebut selama dua jam bahkan lebih. Sejauh ini warga sudah beberapa kali menikmati hasil panen Gerbang Darling.

Ketua RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Khotibul Umam (rompi hijau) menunjukkan hasil panen di Gerbang Darling jalan Inspeksi Kalimalang Pangkalan Jati, RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023). Warga memanfaatkan lahan di kolong jalan tol Becakayu itu untuk tempat bercocok tanam.
Ketua RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Khotibul Umam (rompi hijau) menunjukkan hasil panen di Gerbang Darling jalan Inspeksi Kalimalang Pangkalan Jati, RW 13 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023). Warga memanfaatkan lahan di kolong jalan tol Becakayu itu untuk tempat bercocok tanam. (Warta Kota/Rendy Rutama Putra)

Selain diperjualbelikan ke sesama warga, sebagian hasil panen disedekahkan. Caranya hasil panen dipul di satu tempat. Warga yang membutuhkan bisa mengambil secukupnya.

"Namun mengingat keterbatasan SDM, hasil panen dari aktivitas tersebut sementara untuk warga sekitar dulu. Tapi ke depan, khususnya di tahun 2023 ini, kami ingin melebarkan sayap. Kemasannya dibikin lebih menarik, distribusi penjualannya mesti diperluas," ujar Umam.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved