Info Pemprov Jateng
Gerak Cepat Perbaiki Jembatan Ambrol di Pekalongan, Warga :Terima Kasih Pak Ganjar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo gerak cepat menangani Jembatan Jagung yang ambrol, pada awal Oktober 2022 silam.
WARTAKOTALIVE.COM, KABUPATEN PEKALONGAN – Masyarakat di Kecamatan Kajen dan Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan masih ingat penderitaan yang mereka alami saat Jembatan Jagung ambrol pada 1 Oktober 2022 silam.
Mereka harus berputar dengan rute yang lebih jauh, lebih boros, atau terpaksa memberanikan diri melintas jalan yang rusak agar lebih dekat.
Kini, penderitaan mereka berakhir setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengerahkan jajarannya, mengebut pengerjaan jembatan penghubung Kabupaten Pekalongan-Kabupaten Pemalang. Hasilnya, dua bulan kemudian jembatan selesai diperbaiki.
Seorang warga Desa Jagung, Kecamatan Kesesi, Muhammad Khaerun Aziz, menceritakan pengalamannya saat jembatan rusak.
Aziz biasa memanfaatkan jembatan untuk menuju ke tempatnya mengaji di kampung tetangga di Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen.
“Dulu saat jembatan rusak, saya terpaksa memutar, lebih susah, jauh. Putar sekitar 15 km,” ungkap Aziz saat melintasi jembatan, Kamis (2/3/2023).
Kondisi demikian, membuat warga RT 4 RW 3 Desa Jagung ini sedih, karena harus melintasi jalan yang lebih jauh. Kini, dia merasa senang karena jembatan selesai diperbaiki.
“Kalau lewat Jembatan Jagung sekitar 1 km, lebih dekat. Senang banget, lebih dekat. Sedih waktu jembatan rusak. Muter terus kalau mau ke Kajen," kata pria berusia 18 tahun ini.
Senada juga dikatakan, Tri Wiyarti (43), warga Desa Jagung. Ia menceritakan, saat jembatan rusak, dia terpaksa harus melalui jalan alternatif supaya bisa mengantarkan anaknya ke tempat mengaji ke Desa Kutorejo, Kajen.
Kondisi itu membuatnya merasa rugi, tidak hanya rugi tenaga, namun juga rugi secara material. Di antaranya, ia terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli bahan bakar untuk motornya.
“Kami lewatnya mutar-mutar. Rugi tenaga, rugi material, bensin lebih banyak, rugi waktu. Kejauhan kita putarnya. Kalau dihitung ya lima kali lipat bensinnya. Kami putar bolak-balik, jauh banget. Kamikan dari Desa Jagung ke sininya (Desa Kutorejo) lima menit sampai, masak kami ke sana hampir satu jam,” ungkapnya sedih.
Pendapatan makin meningkat
Manfaat keberadaan Jembatan Jagung juga dirasakan seorang pedagang mie ayam bernama Rasjo. Saat Jembatan Jagung ditutup, mie ayam jualannya tak begitu laris.
Saat jembatan rusak, terpaksa arus lalu lintas ditutup. Warung mie ayamnya pun sepi, karena pelanggannya enggan jika harus memutar.
Padahal, ketika jembatan belum rusak, pendapatannya bisa mencapai Rp 500.000 per hari. Namun, saat jembatan rusak dan arus lalu lintas ditutup, pendapatannya berkurang menjadi sekitar Rp 200 ribu per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Jembatan-Jagung-sudah-diperbaiki.jpg)