Selasa, 14 April 2026

Berita Video

VIDEO: Wanita Tewas Dicor di Bekasi, Tangis Keluarga Pecah

Sebab mereka merasa kaget dan shok, seusai mengetahui kabar Yusi yang sebelumnya menghilang, dan ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, PULO GEBANG - Isak tangis keluarga pecah, usai mengetahui informasi perihal Almh Yusi (45) ditemukan tewas dikubur semen.


Pantauan Wartakotalive.com di kediaman Yusi, yang berlokasi di Pulo Gebang Indah J13 Nomor 32, RT 2/RW 11, Cakung, Jakarta Timur, seluruh keluarga yang datang untuk nyelawat pun nampak menangis tersedu - sedu.


Sebab mereka merasa kaget dan shok, seusai mengetahui kabar Yusi yang sebelumnya menghilang, dan ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan.


Beberapa dari pihak keluarganya pun juga terdapat yang menangis hingga histeris, sehingga terlihat juga sempat ditengankan oleh warga sekitar.


Selain itu, Heri selaku suami dari Alm Yusi (45) yang jenazahnya tewas dibunuh dan dikubur semen di wilayah Bekasi, kini hanya bisa termenung.


Terlihat dari kedua bola matanya, Heri nampak terus mengucurkan air mata tanpa henti.


Saat ditemui Wartakotalive.com, dirinya menjelaskan secara rinci kronologi sampai akhirnya ia mengetahui dugaan jenazah istirnya disemen pelaku.


Tepat pada Minggu (26/2/2023), sekira pukul 13.00 WIB, Yusi sempat berpamitan kepada Heri untuk mengaji di Masjid At Taqwa, Perumahan Harapan Baru Regensi, Kota Bekasi.


Setelah itu, korban beserta ke empat rekannya, yang satu diantaranya juga merupakan Heni (48) selaku korban lainnya, sempat menghampiri rumah makan Bakso di sekitar lokasi sekira pukul 16.00 WIB, namun dijelaskan Heri tidak mengabari dirinya.


"Dia (Yusi) kabari saya juga lagi di Masjid mengaji, ada si Heni juga, terus update foto juga pakai gamis warna putih berempat sama temennya," kata Heri, Selasa (28/2/).


Merasa khawatir dengan keberadaan sang istri karena tidak mengabari dirinya, Heri pun sontak mencoba rutin menghubungi Yusi melalui ponsel genggam.


Namun, sambungan telepon tersebut tidak digubris oleh Yusi.


Semakin khawatir dengan kondisi tersebut, Heri berinisiatif langsung mendatangi tempat Rumah Sakit sekitarnya, dengan ia menduga istirnya tersebut diperkirakan mengalami kecelakaan.


"Saya datangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cakung, karena saya takutnya istri saya kecelakaan, itu jam 22.00 WIB muter rumah sakit aja, tidak tahunya tidak ada," jelasnya.


Pencarian dilanjutkan kembali pada Senin (27/2) pagi hari sekira pukul 06.00 WIB.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved