Penganiayaan
Mengenal Diffuse Axonal Injury atau DAI, Kondisi yang Dialami David Korban Penganiayaan Mario Dandy
David korban penganiayaan Mario Dandy masih koma dan mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI). Ini penjelasan soal DAI
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- David (17) putra pengurus GP Ansor, Jonathan, masih koma dan dirawat di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan sampai Sabtu (25/2/2023)
David merupakan korban penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, anak pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo, pada Senin (20/2/2023) lalu.
Anggota Bidang Cyber dan Media GP Ansor sekaligus rekan dari ayah korban, Ahmad Taufiq menginformasikan bahwa David terkena Diffuse Axonal Injury (DAI).
Lantas, apa itu DAI yang kini dialami oleh David?
Neurologis dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Dokter Andre (spesialis saraf) menjelaskan apa yang dimaksud dengan Diffuse Axonal Injury (DAI).
"Diffuse Axonal Injury atau DAI adalah kondisi berat sel saraf otak atau axon karena adanya trauma atau benturan hebat," ujar Andre melalui pesan WhatsApp kepada Wartakotalive.com, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: AG Beberkan Kronologi Penganiayaan Brutal Mario Dandy Atas David, Ngaku Sempat Freeze Mematung
Menurut Andre trauma (benturan) tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran yang berat atau koma.
Ia menjelaskan, axon sendiri merupakan sel saraf yang berperan dalam komunikasi antar sel saraf yang terkoneksi satu dengan yang lainnya.
Sehingga kerusakan tersebut dapat menyebabkan komunikasi antar sel saraf terganggu.
Baca juga: AG Bantah Provokasi Kekasihnya Mario Dandy untuk Aniaya David Secara Brutal
"Penyebab DAI adalah karena benturan pada otak yang disebabkan karena adanya energi mekanis dari luar (trauma)," ucap Andre.
Sehingga kata Andre, benturan tersebut menyebabkan penderitanya mengalami koma atau penurunan kesadaran yang panjang.
Bahkan, bisa jadi juga dapat menyebabkan kematian apabila kerusakannya sangat luas dan terlalu parah.
"DAI menyebabkan koma yang panjang, bisa juga membuat kondisi vegetatif atau cacat permanen, jika penderitanya mampu bertahan," kata Andre.
Andre membeberkan gangguan kognitif yang mungkin bisa ditimbulkan yakni penderitanya menjadi lebih banyak diam, tidak merespon terhadap stimulus yang diberikan.
Secara teoritis, kata dia, DAI merupakan tingkatan dari trauma kepala paling berat yang diderita oleh manusia.
Baca juga: Kondisi Terkini Korban Penganiayaan Mario Dandy, Sudah Empat Hari David Belum Sadarkan Diri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/david-yaqut.jpg)