Selasa, 12 Mei 2026

Mafia Bola

Tak Mampu Basmi Mafia Bola Sendiri, Erick Thohir Terpaksa Minta Bantuan Kapolri

Ketua Umum PSSI Erick Thohir tahu diri, dia tak bisa sendiri membasmi mafia bola, karena itu perlu peran Kapolri.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Tribunnews/Naufal Lanten
Ketua Umum PSSI Erick Thohir miliki tekad besar membasmi mafia bola, karena itu digandeng Kapolri untuk turut serta membantunya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memahami kemampuannya, untuk memberantas mafia bola tak bisa sendiri.

Karena itu, Erick yang juga menjadi Menteri BUMN meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membantunya membasmi mafia bola.

Erick mengumumkan kerjasama dengan Kapolri itu lewat akun Instagram miliknya.

Pada keterangannya, Erick Thohir mengaku sudah meminta jajaran Polri agar bisa membantu mengusut mafia bola yang selama ini bikin malu Indonesia.

“Selama ini mereka jadi benalu dan bikin malu,” tegas Erick.

Sehingga kata Erick, kartu merah akan diberikan PSSI kepada siapa saja yang terseret tindak mafia bola.

Tidak tanggung-tanggung nantinya para mafia bola itu juga akan mendapatkan hukuman seumur hidup.

Erick percaya bahwa pemberantasan mafia bola adalah kunci dari pembenahan sepak bola di Indonesia.

Menurutnya, sepak bola Indonesia tidak akan maju selama praktik pengaturan skor oleh mafia bola masih menjamur.

Baca juga: Merasa Tertuduh dan Terhina Atas Tudingan Mafia Bola, 84 Wasit Liga 1 Siap Tuntut Program Mata Najwa

“KARTU MERAH untuk mafia bola. Sudah sepantasnya mendapat hukuman seumur hidup. Percayalah, sepak bola tidak akan maju selama masih ada pengaturan skor oleh mafia,” bebernya.

Ia yakin kerjasama dengan Polri dalam mengatasi mafia bola ini akan bisa perbaiki sistem bobrok sepak bola Indonesia.

“InsyaAllah kerja sama dengan Kapolri @listyosigitprabowo, kita bisa perbaiki sistem yang bobrok dan mengantarkan sepak bola Indonesia bersih dan berprestasi,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Erick juga mengatakan, PSSI masih belum bisa menerapkan Video Assistant Referee (VAR) pada kompetisi Liga 1 musim depan.

Baca juga: Akmal Marhali: Sudah Lima Kali Karakter Ketum PSSI Berganti Tapi Belum Bisa Menghilangkan Mafia Bola

Menurut Erick, untuk bisa menerapkan VAR di kompetisi sepakbola Indonesia harus ditunjang dengan fasilitas Stadion.

Untuk saat ini pihaknya fokus membasmi praktik mafia bola dan bekerja sama dengan Kepolisian.

“Perlu waktu ya buat ini (penggunaan VAR-red) karena implementasinya tidak bisa dilakukan di semua Stadion, Stadion juga harus memenuhi kriteria. Jadi match fixing dulu, baru VAR, jadi pembenahan ini harus bertahap. Pak Menpora pasti mendukung ada VAR, kalau tidak ya Menteri PUPR,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Media Center SUGBK, Senayan, Jakarta, Minggu (19/2/2023).

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali prihatin melihat PSSI yang tak mampu melawan mafia bola, meski gonta-ganti ketua umum.
Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali prihatin melihat PSSI yang tak mampu melawan mafia bola, meski gonta-ganti ketua umum. (Istimewa)

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan pemerintah siap mendukung penuh PSSI dalam pembenahan sepak bola.

Tak hanya VAR, Kemenpora juga siap memfasilitasi wasi-wasit untuk mengembangkan kualitasnya dengan peningkatan lisensi.

“Inilah pentingnya pemerintah dan federasi harus bekerja sama. Soal VAR, ada bagian dari pemerintah juga, lalu upgrade wasit itu pemerintah juga akan memfasilitasi juga,” ujar Menpora Amali.

“Jadi selama pemerintah dan PSSI bergandengan tangan Insya Allah akan lancar, namun begitu berseberangan dipastikan tidak akan lancar,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PSSI I tersebut.

Seperti diketahui, untuk menerapkan VAR memang tidak mudah. Selain pengadaan peralatan yang mahal sekitar Rp 80 miliar untuk dipakai di satu Stadion, wasit-wasit yang memimpin pertandingan juga harus mempunyai lisensi khusus.

Dengan kata lain, untuk menerapkan VAR wasit sudah harus mempunyai lisensi, Stadion standar penggunaan VAR dan membeli peralatan VAR.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved