Rumah Singgah

Pemkab Karawang Risih Lihat ODGJ dan Pengemis di Jalanan, Terpaksa Bangun Rumah Singgah

Pemkab Karawang risih ataas keberadaan ODGJ dan pengemis di jalanan, hal itu dianggap memalukan. Maka, dibangun lah rumah singgah.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
tribunnews.com
Ilustrasi penderita ODGJ - Pemkab Karawang membangun rumah singgah bagi ODGJ dan pengemis yang banyak di jalan. Keberadaan mereka yang makin banyak membuat risih pemerintah setempat. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat membangun Rumah Singgah Dinas Sosial dengan anggaran Rp 1,4 miliar lebih.

Pembangunan rumah singgah pertama itu diharapkan mampu mengatasi permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan pengemis jalanan.

Kepala Dinas PUPR Karawang, Dedi Ahdiyat mengatakan, pembangunan rumah singgah ini dibangun dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) II atau APBD Perubahan 2022 sebesar Rp Rp 1.447.440.000.

"Dibangun dari APBD II 2022, dibangun 105 hari kerja," kata Dedi, pada Senin (20/2/2023).

Dedi menerangkan, rumah singgah menampung 30 orang, dengan sejumlah kamar dan ruangan. Ada juga ruang khusus berupa sel untuk ODGJ yang beresiko.

"Bangunan ini juga diserahterimakan ke Dinas Sosial Karawang," ujarnya.

Baca juga: Tinggalkan Uang Rp100 Juta, ODGJ di Depok Meninggal di SPBU, Minah: Saya Habis Beri Makan Sebaskom

Kepala Dinas Sosial, Ridwan Salam mengatakan rumah singgah ini menjadi tempat penampungan sementara dari hasil razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), seperti gelandangan, pengemis, anak jalanan dan orang terlantar dan ODGJ.

Di lokasi ini juga disediakan layanan tempat singgah, seperti tempat tidur, makan, pakaian hingga pendampingan psikologi.

"Jadi ini hanya tempat asesmen saja, hanya waktu 3-7 hari di sini untuk dipulangkan ke daerah asal nanti kami koordinasi dengan dinsos daerah lain. Maupun untuk ODGJ diarahkan ke RSJ Bandung, di Purwasari dan Batujaya," katanya.

Baca juga: Kepergok Netizen Mengendarai Mobil, Pengemis Ini Ngamuk

Sedangkan untuk warga Karawang, kata Ridwan Salam, akan dilakukan pembinaan dan pelatihan dalam program Loka Bina Karya.

"Jadi lanjutan dari sini terkait masyarakat Karawang kemudian usianya produktif kita coba bisa disalurkan Loka Bina Karya pelatihan seperti jahit dan lainnya. Tapi tentunya dipilah ya, kalau permasalahan dalam ya dikirimkan ke balai milik provinsi atau kementerian," katanya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana melakukan serah terima dan peresmian Rumah Singgah Dinas Sosial di Jalan Cakradireja, Karawang Barat, pada Kamis (16/2/2023).

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat membangun Rumah Singgah Dinas Sosial dengan anggaran Rp 1,4 miliar lebih.
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat membangun Rumah Singgah Dinas Sosial dengan anggaran Rp 1,4 miliar lebih. (warta kota/muh azzam)

Rumah Singgah itu dihadirkan sebagai upaya dalam menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan Gepeng (gelandangan pengemis) atau juga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

"Ini cita-cita kita memiliki rumah singgah, karena etiap daerah memiliki masalah sosial yang wajib dicarikan solusi yang tepat," kata Cellica.

Dijelaskan Cellica, hadirnya Rumah Singgah Dinas Sosial ini dengan tujuan dalam upaya penanganan ODGJ dan PMKS atau Gepeng yang berada di jalanan Karawang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved