Berita Viral
Puluhan Kuburan di Blitar Dirusak, Pelaku Ngaku Munkar dan Nakir
Puluhan batu nisan kuburan di Kelurahan Satreyan, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur diacak-acak orang tidak dikenal.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Puluhan batu nisan kuburan di Kelurahan Satreyan, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur diacak-acak orang tidak dikenal.
Dalam video yang viral, puluhan batu nisan itu dalam keadaan rusak tidak dikenali. Anehnya, perusak meninggalkan sepucuk surat.
Surat tersebut bernada ancaman dan peringatan kepada juru kunci. Pelaku mengaku tidak senang adanya banyak makam di kawasan tersebut lantaran sesuai perjanjian hanya dua batu nisan yang diperbolehkan.
"Maaf Pak juru kunci/Kamituwo awal kesepakatan makam/kuburan Glondong dilarang dikijing, hanya dua batu nusan saja...Camkan...! Dan, yang mengejutkan, surat itu ditanda tangani dengan nama Munkar dan Nakir,” seperti yang tertulis dalam surat kaleng.
Anehnya, surat kaleng itu juga dinamai dari Munkar dan Nakir. Dikutip dari Tribun Jatim, ada 58 batu nisan yang dirusak oleh pelaku.
Polisi pun sudah ke lokasi untuk mengeceknya. Pihak kepolisian pun membenarkan ada puluhan batu nisa dirusak oleh orang tidak dikenal.
"Iya, kami sudah ke lokasi untuk mengeceknya dan memang benar. Cuma, yang perlu kami antisipasi jangan sampai menimbulkan dampak yang tak diinginkan," kata AKP Tri Wahyudi, Kapolsek Kanigoro.
Baca juga: MUI Sebut Ritual Doa Dijilat Anjing di Cisoka yang Viral, Bukan Aliran Sesat
Menurutnya, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motifnyq namun dulu atau sekitar tahun 2003 lalu, sejak lahan itu dijadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Glondong, informasinya sudah ada larangan agar makam itu tak dibangun kijing.
"Itu masih kami pelajari dan nantinya akan kami kumpulkan warga agar menemukan kesepakatan yang terbaik," ujarnya.
Diduga pengrusakan makam dilakukan pada malam hari. Namun, baru diketahui pada Kamis (16/2/2023) pagi.
"Tak ada yang mengetahui kejadian itu namun dugaannya malam hari (karena tiap malam dalam sepekan ini hujan terus)," ungkapnya.
Dugaannya, pelaku melakukan aksinya dengan peralatan atau semacam palu buat memporak-porandakan bangunan kijing yang dibangun dengan permanen (plester).