Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta, Terowongan Kendal Kawasan TOD Dulu Angker Kini Instagramable

Anak Ibu Kota Jakarta pasti tahu betul Terowongan Kendal. Saking terkenalnya, Terowongan Kendal ternyata memiliki sejarah Jakarta yang panjang.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
instagram @dkijakarta
Terowongan kendal dukuh atas direnovasi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak Ibu Kota Jakarta pasti tahu betul Terowongan Kendal. Saking terkenalnya, Terowongan Kendal ternyata memiliki sejarah Jakarta yang panjang.

Pada sejarah Terowongan Kendal, nama tersebut dipakai lantaran terowongan itu menghubungkan Jalan Kendal dengan Jalan Blora.

Terowongan Kendal sendiri memiliki panjang 700 meter. Tapi tahukah kamu, dulunya Terowongan Kendal bukanlah terowongan untuk pejalan kaki melainkan terowongan untuk kendaraan.

Kendaraan dari Jalan Thamrin atau Jalan Sudirman yang mau putar arah bisa melalui Terowongan Kendal. Terowongan Kendal yang menjadi terowongan putar arah sudah ada sejak kawasan Dukuh Atas maju kian pesatnya.

Sebuah terowongan di dekat Stasiun Sudirman dibangun untuk mempermudah kendaraan putar arah. Dulunya, pada sejarah Terowongan Kendal, kawasan ini cukup menyeramkan apabila malam hari.

Sebab, terowongan yang tidak terlalu tinggi dan juga penerangan yang minim kerap membuat seram ketika melintas.

Sementara di siang hari dan sore hari, terowongan Kendal menjadi terasa sumpek akibat riuhnya calon penumpang dan para Ojol yang saling bersahutan.

Namun, dalam sejarah Terowongan Kendal, semakin beragamnya transportasi di Jakarta. Kawasan Dukuh Atas pun menjadi salah satu Transit Oriented Development (TOD).

Sehingga kawasan ini diprioritaskan untuk pengguna transportasi umum dan pejalan kaki. Di sekitar kawasan Terowongan Kendal sendiri ada beragam moda transportasi mulai dari Transjakarta, KRL Commuterline, MRT, dan juga Kereta Bandara.

Karena infrastruktur transportasi umum sudah terbangun, kemudian pada Maret 2019 pemerintah pun resmi membongkar Terowongan Kendal menjadi tempat pejalan kaki.

Isi Terowongan Kendal kemudian dibongkar dan diperbaiki. Bukan lagi lorong yang gelap, di Terowongan Kendal kemudian diubah menjadi tempat pejalan kaki sekaligus ruang publik.

Pada tahun 2019, Terowongan Kendal sudah sah menjadi lokasi pejalan kaki. Bukan hanya menjadi jalur pejalan kaki, Terowongan Kendal juga diubah menjadi instagramable.

Baca juga: Sejarah Jakarta, Kini Disebut Jalur Zombi, Ini Perjalanan Stasiun Manggarai yang Berusia 3 Abad

Terdapat lampu sorot yang dipasang di sepanjang dinding lorong. Bahkan warna lampu sorot itu kerap berubah-ubah setiap waktu berwarna merah, kuning, atau hijau.

Tidak hanya itu, di terowongan itu juga kerap dipasang instalasi seni untuk membuat nyaman pejalan kaki.

Misalnya saja di dinding Terowongan Kendal terdapat gravity atau lukisan yang memang pembuatannya sudah mendapatkan izin.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved