Dorong Green Architecture, AYDA 2022/2023 Usung Tema ‘Converge: Pushing The Reset Button’
Asia Young Designer Awards (AYDA) Indonesia 2022/2023 untuk mendukung green architecture kali ini mengambil tema Converge: Pushing The Reset Button.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Asia Young Designer Awards (AYDA) Indonesia 2022/2023 dalam upaya untuk mendukung green architecture kali ini mengambil tema Converge: Pushing The Reset Button.
Marketing Manager Nippon Paint Indonesia Linda Kam mengatakan kompetisi ini membuka peluang bagi para calon arsitek dan desain interior untuk mengembangkan diri.
“Kami melihat bagaimana rancangan arsitektur dan desain interior dapat mewujudkan hubungan kolaboratif antara manusia dengan alam agar bisa terus hidup berdampingan,” ujarnya, berdasarkan keterangan, Kamis (16/2/2023).
Linda Kam mengatakan Nippon Paint konsisten berkomitmen mendukung dunia arsitektur dan desain interior mengingat kebutuhannya saat ini sangat dipengaruhi oleh pandemi dan juga isu lingkungan.
“Kami sadar akan kebutuhan Green Architecture dan Nippon Paint sendiri memiliki kategori produk passive green dan active green,” ucapnya.
Baca juga: Bikin Lebih Tenang, Cari Suasana Baru di Sumba Melihat Arsitektur Tradisional Desa Adat Ratenggaro
Sementara itu Founder of W Office (WOF) Joe Willendra, salah satu dewan juri mengungkapkan kompetisi diharapkan memberi kontribusi positif terhadap perkembangan dunia arsitektur dan desain interior di Tanah Air.
Joe menjelaskan tahun 2022 kemarin merupakan masa penuh tantangan di era kenormalan baru (new normal) bagi seluruh sektor industri dalam negeri, termasuk seni merancang bangunan.
“Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bangunan bergaya minimalis dan memiliki ruang terbuka dengan tujuan membuat penghuni lebih sehat di tengah pandemi,” tuturnya.
Keadaan ini turut berpengaruh terhadap tren desain arsitektur dan interior sehingga konsep Green Architecture menjadi salah satu tren desain yang sangat diminati masyarakat.
“Dengan tema Converge: Pushing The Reset Button ini, para peserta ditantang untuk berpikir bagaimana merancang sebuah site/bangunan tanpa merusak alam dan manusia dapat hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya,” katanya.
Baca juga: Arsitektur FT Unkris Perkaya Wawasan Mahasiswa Soal Desain Hunian dengan Hadirkan Synthetis Huis
Sepanjang 2022, roadshow telah dilakukan secara virtual di 37 universitas dengan 2.174 partisipan dan mendapat sebanyak 409 karya. Angka ini naik 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 303 karya.
AYDA Awards yang telah diadakan di 17 negara di Asia, dan diikuti lebih dari 1.200 institusi pendidikan, sudah memperoleh lebih dari 41.000 karya dan akan terus bertambah setiap tahunnya.
Adapun peraih Gold Winner AYDA 2022/2023 dimenangkan Salsabila Novitasari dari Universitas Gadjah Mada dengan karya “Re-Stack!" dan Arya Putra dari Institut Teknologi Bandung dengan karya “Silih Hub" untuk kategori Desain Interior.
“Kami sangat senang karena selama ini AYDA mendapatkan sambutan positif dari seluruh pihak. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah submission/karya yang masuk,” ujarnya.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/marketing-manager-nippon-paint-indonesia-linda-kam-tengah-bersama-para-pemenang-ayda-indonesia.jpg)