Pembunuhan
Gara-gara Konflik Sawit, Mantan Anggota DPRD Langkat Tewas Ditembak
Motif penembakan mantan anggota DPRD Langkat Paino (47) ternyata dilatarbelakangi saingan usaha sawit.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Motif penembakan mantan anggota DPRD Langkat Paino (47) ternyata dilatarbelakangi saingan usaha sawit.
Hal itu diketahui usai Polda Sumatera Utara meringkus lima tersangka pembunuhan berencana tersebu.
Dikutip dari Facebook Tribun Medan, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya meringkus Ginting alias Tosa (26), D. Bangun (38), P. Sembiring (43), Tio (27), dan Tato (27).
Adapun otak dari pembunuhan tersebut ialah Ginting yang memiliki usaha sawit. Ginting tega membunuh Paino karena sakit hati, dia merasa bisnisnya tersaingi.
Selama ini petani sawit menjual hasil panennya ke Teso Ginting, namun sebagian beralih ke Paino, sehingga ia merasa bisnisnya terganggu.
Adapun pembunuhan berencana tersebut dilakukan saat menggiring korban Paino untuk minum kopi bersama di sebuah Warkop.
Saat Paino hendak pulang menggunakan motor trailnya, mantan anggota DPRD Langkat itu dicegat oleh pelaku Dedi Bangun.
Paino ditembak hanya 30 cm dari pelaku. Adapun eksekutor bernama Dedi Bangun diberi imbalan Rp10 juta atas aksinya.
Baca juga: Kronologi Dada mantan Anggota DPRD Langkat Jebol Usai Ditembak OTK
Sebelumnya diketahui dada kanan mantan anggota DPRD Langkat periode 2014-2019 Paino (47) jebol usai ditembak mati orang tidak dikenal.
Dikutip dari Tribun Medan, mantan anggota DPRD Langkat itu ditembak mati saat akan kembali ke rumahnya di Dusun VII, Bukit Dinding, Desa Besilam BL, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Ia ditembak usai pulang dari Warkop di kawasan Bukit Dinding. Selesai duduk santai dan berbincang, sekira pukul 23.00 WIB, mereka membubarkan diri ke rumah masing-masing.
Paino pun pulang dengan mengenderai sepeda motor jenis trail. Tak lama, seorang saksi mata bernama Arif yang merupakan warga sekitar mendengar suara letusan senjata api.
Saat ditemukan warga, kondisi Paino sudah tergeletak di tengah jalan.