Ramadan

Niat Bayar Utang Puasa Ramadan Digabung dengan Puasa Senin Kamis

Masih ada kesempatan untuk bayar utang puasa Ramadan tahun lalu di bulan Rajab 1444 hijriah

Dok. Ayo Media Network
Ilustrasi - Bayar utang puasa Ramadan bisa digabung niatnya dengan puasa Senin Kamis 

1. Bulan yang banyak dilupakan orang

Ustadz Abdul Somad menjelaskan beberapa keutamaan Bulan Sya'ban.

Pertama, UAS menyebutkan sebuah hadist yang menceritakan sahabat Nabi, Usamah bin Zaid datang kenapa Rasulullah SAW.

Usama bin Zaid bertanya, mengapa Rasulullah banyak melaksanakan puasa di bulan Sya'ban.

"Rasulullah SAW menjawab, 'karena Bulan Sya'ban banyak dilupakan orang'. Beribadah saat banyak orang lupa besar pahalanya, contohnya sholat tahajud," jelas UAS.

2. Bulan dimana Allah SWT mengangkat amal manusia

Alasan lain Rasulullah SAW banyak berpuasa di Bulan Sya'ban adalah karena di bulan Syaban, amal selama setahun diperiksa dan diangkat.

"'Aku suka saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa'," jelas UAS menerjemahkan hadist.

Adapun hadist yang dijelaskan Ustadz Abdul Somad tersebut adalah:

Dari Usamah bin Zaid R.A, ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban? Beliau SAW menjawab:

“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini)

3. Malam pengampunan dosa

Keutamaan bulan Syaban lainnya disebutkan Ustadz Abdul Somad yaitu, malam Nisfu Syaban.

"Di malam itu, Allah memberikan perhatian khusus pada manusia. Allah ampunkan semua dosa pada malam Nisfu Syaban, kecuali dua orang," kata UAS.

Siapa kah dua orang itu?

"Hanya dua orang yang tidak diampuni. Pertama musyrik, orang yang mempersekutukan Allah dengan benda, mempersekutukan Allah dengan manusia, maka tidak diterima Allah doanya. Kedua, orang yang berkelahi dan belum berdamai," jelas UAS. (*) 

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved