Pembunuhan Berantai

Jenazah Halimah Korban Wowon Cs Juga Dibawa ke RS Polri untuk Autopsi dan Identifikasi

Halimah yang merupakan korban pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki cs dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Jenazah Halimah juga dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi 

Menurut Trunoyudo, autopsi dilakukan untuk mencari tahu kapan dan penyebab kematian Siti yang sempat merantau dari Garut menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. 

Seperti diketahui, Wowon bersama tersangka lain yakni Solihin alias Duloh (53), dan Dede Solehudin membunuh sembilan orang di Bekasi dan Cianjur. Dari total jumlah korban itu satu di antaranya Halimah yang merupakan istri Wowon.

Belakangan diketahui, Halimah meninggal dibunuh oleh Duloh setelah pelaku berdalih bahwa korban meninggal karena sakit hingga akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga dan dimakamkan di Kampung Saar Mutiara pada tahun 2016.

"Awalnya keluarga yang di Bandung (KBB) menerima telepon dari Cianjur bahwa Halimah kakak saya sakit," ujar Misbah (43) adik kandung Halimah saat ditemui di Kampung Saar Mutiara, Sabtu (21/1/2023).

Wowon diduga sudah beraksi sejak berusia 27 tahun dan ada 11 episode pembunuhan yang sudah dilakukannya. Sehingga korbannya bisa belasan sampai puluhan
Wowon diduga sudah beraksi sejak berusia 27 tahun dan ada 11 episode pembunuhan yang sudah dilakukannya. Sehingga korbannya bisa belasan sampai puluhan (Istimewa)

Setelah mendapat informasi tersebut, Misbah dan pihak keluarga yang lain datang ke Cianjur untuk menjenguk Halimah yang saat itu kondisinya sudah memprihatinkan.

"Pas tiba disitu (Cianjur) kondisi kakak saya (Halimah) sedang darurat, perutnya membesar, matanya aneh, dan kencingnya juga berdarah. Terus curhat ke saya dan menanyakan nama Wowon," katanya.

Misbah mengatakan, berdasarkan cerita dari Halimah, bahwa selama dia sakit, Wowon tidak pernah muncul atau menjenguk ke kediaman Halimah di Kampung Cisela, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur.

"Bahkan pas kakak saya meninggal juga, Wowon tidak ada, jadi saya bawa pulang ke sini pakai mobil desa, tapi awalnya saya tidak tahu (Halimah) meninggal seperti ini (dibunuh)," ucap Misbah.

Saat itu Misbah sendiri sempat menduga bahwa Halimah meninggal tidak wajar.

Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi kesehatan Halimah sama sekali tidak bermasalah meski perutnya membesar.

"Hasil pemerikasaan perut dan matanya bagus, saya juga sempat nanya kok bisa gini. Jadi, awalnya hanya disangka tumor, tapi kata dokter ini aneh," ujarnya.

Pihak keluarga kemudian mengetahui Halimah meninggal karena dibunuh setelah ramai terkait pembunuhan berantai di Bekasi karena korban dalam kasus itu salah satunya Ai Maemunah yang merupakan anak Halimah.

"Saya tahunya pas anak kakak saya meninggal karena pembunuhan berantai, diracun di Bekasi, ternyata mamahnya juga (Halimah) berkaitan (dibunuh)," kata Misbah. (*)

 

 

 

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved