Selasa, 21 April 2026

Imlek

Jelang Imlek, Warga Tionghoa Gelar Sembahyang untuk Mendoakan Para Arwah

Menjelang Imlek, warga Tionghoa mengadakan sembahyang untuk para arwah leluhur, dengan meyajikan beragam makanan

Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Liem Untung (78) warga Tionghoa di kawasan Rawalumbu, Bojong Menteng, Bekasi melakukan sembahyang untuk para arwah leluhur, dengan menyajikan hidangan 

WARTAKOTALIVE.COM BEKASI -- Di depan rumahnya, Liem Untung (78) warga Tionghoa di kawasan Rawalumbu, Bojong Menteng, Bekasi melakukan sembahyang untuk para arwah leluhur.

Ia mengambil hio (sejenis dupa) berukuran besar, membakar ujungnya, lalu melangkah melewati meja sembahyang sambil membawa hio yang mulai berasap wangi.

Kemudian, ia mengangkat hio dengan kedua tangannya hingga persis di depan kening, mengayun-ayunkannya, seraya menunduk berulang kali.

Pria yang karib disapa Kongco Untung itu kembali ke dalam rumah, kemudian meletakkan hio tersebut di atas meja, bersandingan dengan pigura foto orangtua dan istrinya serta para leluhur yang telah tiada.

Di hadapan pigura-pigura itu, berjajar aneka rupa hidangan.

Baca juga: 15 Hidangan Disajikan Saat Perayaan Tahun Baru Imlek yang Bermakna Kemakmuran dan Sehat

Tonton Video Penjualan Bandeng Imlek:

Hidangan tersebut terdapat makanan basah dan kering, makanan basah mulai dari sayur-sayur atau yang berkuah. Sedangkan makanan kering yang digoreng seperti ayam goreng, ikan goreng, dan sebagainya.

Baca juga: Tradisi Samseng, Sajian Sembahyang Tiga Unsur Kehidupan saat Imlek 2574

Selain itu, terdapat juga tradisi sajian samseng yang bermakna tiga unsur kehidupan.

Umumnya samseng mengandung unggas, seperti ayam yang mewakili unsur udara, babi yang mewakili unsur darat, serta ikan sebagai unsur air, diutamakan ikan bandeng.

Liem Untung (77) menyebut jika tradisi sembahyang leluhur telah dijalankan turun-temurun setiap tahunnya menjelang Imlek.

Secara berurutan, ia menghidangkan 4 cangkir teh, 5 cangkir kopi, dua mangkuk arak, 8 mangkuk nasi, dan 5 mangkuk sayur.

Ada pula 4 macam kue yang masing-masing berjumlah lima.

Di barisan tengah, terdapat 5 buah jeruk, pir, apel, anggur, dan sebagainya.

Selang beberapa saat, Untung menyulut satu per satu lembar kertas dengan api, kemudian memasukannya ke tong khusus di depan rumahnya.

Baca juga: VIDEO Jelang Imlek 2574, Begini Tradisi Sembahyang Leluhur Warga Keturunan Tionghoa

Usai membakar belasan lembar kertas, Untung meminta anak-anaknya bergantian membakar kertas.

"Tradisi dari leluhur, ibaratnya mengirim uang buat leluhur yang sudah datang ke sini dan mau pulang lagi," ucapnya.

Untung berharap di tahun Kelinci Air ini keluarganya diberikan kesehatan dan keberkahan selalu. (m27)

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved