Selasa, 21 April 2026

Pungli

Bikin Malu, Oknum Alumni Pungli Mahasiswa Penerima Beasiswa Karawang Cerdas

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kaget saat mendapat kabar ada praktik pungli di program beasiswa Kraang Cerdas (Kacer).

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi - Program beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) tercoreng oleh ulah oknum alumi perguruan tinggi swasta yang melakukan pungli terhadap mahasiswa sebesar jutaan rupiah. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Mahasiswa penerima beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) mengeluhkan terkena pungutan liar (pungli).

Yang bikin prihatin, diduga pelaku adalah oknum alumni dari perguruan tinggi di Karawang.

Keluhan itu awalnya masuk ke pesan di Instagram pribadi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

"Iya betul terkait pungli beasiswa Kacer, itu awal masuknya dari Instagram bupati. Kami langsung bergerak cepat menelusuri para korban," kata Kepala Bagian Kesra Setda Karawang, Rohmana Setyansah, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Bakal Memeriksa Dugaan Pungli di UP PKB Ujung Menteng

Menurut Rohmana, dari hasil penelusuran, sejauh ini korban ada sebanyak enam orang, dengan pungli yang dialami mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Artinya, dari total beasiswa Karawang Cerdas yang diterima Rp 6 juta per tahun itu terkena pungli hingga 50 persen.

"Sejauh ini korbannya ada enam orang, mereka adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Karawang. Oknum yang melakukan pungli adalah alumni dari kampus tersebut,” ungkap Rohmana.

Rohmana menambahkan, pihaknya mendampingi korban membuat laporan di Polsek Karawang Kota.

Tak lama itu dilakukan penyelidikan hingga para pelaku pungli langsung mengembalikan uang beasiswa Karawang Cerdas milik para korban.

"Meski pun uang sudah dikembalikan, kami mempersilahkan polisi untuk tetap melanjutkan proses hukum sebagai efek jera bagi para pelaku,” terangnya.

Baca juga: Modus Pembuatan Dokumen Cepat, Pasutri di Duri Kepa Jadi Korban Pungli Tetangga dan Pengurus RW 

Rohmana menjelaskan, dalam proses pendistribusian uang beasiswa Karawang Cerdas. Pihaknya menyalurkan langsung melalui uang rekening penerima. Uangnya langsung ditransferkan ke rekening penerima sesuai jadwal.

Diduga pungli dilakukan oknum alumni itu karena merasa berjasa atas beasiswa yang di dapatkan mahasiswa tersebut. Padahal dalam seleksinya semua sudah sesuai ketentuan dan pendaftarannya melalui online.

"Jadi fair ya pendaftarannya secara online, uang juga tidak melalui orang, tapi langsung di tranfer ke rekening masing-masing,” tandasnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved