Berita Viral
Sempat Dikira Main Lato-lato, Ternyata Ini Fakta Benda Bundar Pada Arca Bhima
Sebuah patung kuno yang memegang dua benda bulat disebut menjadi awal kemunculan permainan lato-lato.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saking tenarnya, asal muasal lato-lato dipertanyakan netizen. Bahkan, sebuah patung kuno yang memegang dua benda bulat disebut menjadi awal kemunculan lato-lato.
Sebuah patung kuno yang memegang dua benda bulat seperti mirip permainan lato-lato itu viral di twitter.
Dalam foto yang dibagikan terlihat sebuah Arca Bhima yang merupakan koleksi Museum Victoria and Albert di London.
Pada foto Arca kuno tersebut, terlihat dua buah bundaran seperti lato-lato. Persepsi lato-lato sudah ada dari zaman dahulu kala pun viral di media sosial.
Ternyata fakta yang sebenarnya dari Arca Bhima itu terungkap.
Dikutip dari Kompas.com sejarawan Undip Dosen Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Siti Maziyah, memberikan tanggapan perihal beredarnya foto patung kuno yang terlihat seperti bermain lato-lato.
Bukan lato-lato, kata Siti Maziyah, dua bola yang berada di patung kuno seperti diunggah merupakan buah zakar. "Bukan (lato-lato). Itu buah zakar. Bukan lato-lato," tandas Maziyah.
Baca juga: Lagi Viral, Penjualan Mainan Lato-Lato Naik 57 Kali Lipat di Tokopedia Saat Momen Tahun Baru
Adapun, buah zakar yang disebut juga testis adalah bagian yang penting bagi sistem reproduksi pria. Organ tersebut mempunyai fungsi untuk menghasilkan sperma dan testosteron (hormon yang mendominasi pria).
Ia menerangkan, pada zaman dahulu nenek moyang tidak mengenakan pakaian atas dan hanya menutup tubuh bagian bawah.
Hal tersebut dapat disaksikan ketika masyarakat berkunjung ke Candi Sukuh atau Candi Cetho yang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Arca-arca di kedua candi tersebut memperlihatkan alat kemaluan laki-laki yang dipersonifikasikan dari kepercayaan yang dianut pada waktu itu. Di mana Lingga atau alat kelamin laki-laki merupakan representasi dari Dewa Siwa.
"Lingga, alat kelamin laki-laki merupakan representasi dari Dewa Siwa," jelas Maziyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Arca-Bhima-viral-lantaran-dikira-main-lato-lato.jpg)