Kamis, 30 April 2026

Reshuffle Kabinet

NasDem Dinilai Punya Hak Tolak Jika Menterinya Dicopot Jokowi

Pangi menuturkan, masuknya menteri dari NasDem di kabinet Jokowi, merupakan hasil kerja kemenangan pada Pilpres 2019.

Tayang:
Istimewa
Partai NasDem dinilai punya hak menolak jika menterinya dicopot dari kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Partai NasDem dinilai punya hak menolak jika menterinya dicopot dari kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebab, keputusan tersebut dinilai tidak adil bagi partai besutan Surya Paloh tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Menurutnya, isu didepaknya menteri asal NasDem dari kabinet karena tak mendukung calon presiden (capres) jagoan Jokowi, dinilai tidak fair.

"Kan sebenarnya NasDem punya hak, karena itu kan kerja NasDem dulu."

"Kenapa harus diuji standarisasi, harus memastikan dan mendukung? Karena nggak mendukung jagoannya Pak Jokowi, mereka kemudian direshuffle, kan enggak fair lah."

Baca juga: Pernah Jadi Korban Politik Identitas, Djarot: Boleh Tidak Memilih, tapi Jangan Jualan Ayat

"Mestinya sih pilpres kan sudah selesai, dan itu sudah bagian dari mereka kan," kata Pangi saat dikonfirmasi, Sabtu (24/12/2022).

Pangi menuturkan, masuknya menteri dari NasDem di kabinet Jokowi, merupakan hasil kerja kemenangan pada Pilpres 2019.

Seharusnya, kata dia, eks Wali Kota Surakarta itu harus menjaga menteri dari NasDem hingga masa jabatan berakhir.

Baca juga: Djarot Minta Jokowi Evaluasi Dua Menteri, Wasekjen Nasdem: Hak Prerogatif Presiden, Bukan Partai

"Artinya harus dijaga lah, jangan sampai terkesan itu miliknya Pak Jokowi kekuasaannya."

"Itu kan milik bersama, karena kan NasDem ikut berkontribusi mengantar Pak Jokowi, mengawal."

"Sebenarnya itu haknya NasDem, dan enggak fair lah hanya karena NasDem berbeda pilihan, jatah kursi mereka dikurangi, kan NasDem menyatakan tidak keluar menjadi oposisi, hanya berbeda dukungan," ulas Pangi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 23 Desember 2022: 19 Pasien Wafat, 2.812 Orang Sembuh, 923 Positif

Pangi menuturkan, jika menteri dari NasDem didepak oleh Jokowi, maka bisa menjadi bahan pembelajaran, sikap Presiden Jokowi tak negarawan, beda dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Itu pembelajaran bagi NasDem, ternyata di Indonesia ini Pak Jokowi berbeda dengan Pak SBY."

"Kalau Pak SBY kan tidak berbicara presiden selanjutnya, kalau sudah selesai, ya sudah dengan kontraknya habis."

Baca juga: Dipolisikan Usai Bilang Polisi Mengabdi kepada Mafia, Kamaruddin: Enggak Jauh-jauh dari Ferdy Sambo

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved