Unggahan Video Kisah Rafli Alumni Siswa SMKN Jateng yang Kini Kerja di Jepang Tuai Pujian Netizen

Video unggahan Rafli alumni siswa SMKN Jateng yang kini bekerja di perusahaan Panasonic di Jepang buat netizen kagum.

istimewa
Tangkapan layar dari video yang diunggah Rafli di akun instagram @rafliprakoso22 kembali di repost oleh Gubernur Jawa Tengah lewat akun instagram pribadinya @ganjarpranowo tuai pujian dari netizen. Dalam video tersebut Rafli yang merupakan alumni siswa SMKN Jateng mengkisahkan keberhasilannya saat ini bekerja di ITAX, perusahaan Panasonic di Jepang. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG - Dari sebuah mess karyawan di Prefektur Hyogo, Rafli Saputro (25) memulai kisah pengembaraannya hidup di negeri Sakura.

Setelah mengenakan pakaian dan sepatu, dia keluar mess lalu mengayuh sepeda menuju tempat kerja. Dari situlah dia mengubah dan menaikkan derajat keluarganya yang ada di Kudus Jawa Tengah.

Bagi Rafli, jangankan berkeinginan, bercita-cita kerja dan hidup di sana saja tidak pernah dia punya. Rafli sadar diri dan berkaca bahwa perekonomian keluarganya yang sangat sederhana, mustahil bisa mengantarnya ke sana.

Jangankan ke Jepang, untuk melanjutkan sekolah setelah lulus SMP saja dia sempat kebingungan. Dan kisah yang dia unggah di akun instagramnya @rafliprakoso22 pada Rabu 7 Desember, menjelaskan segalanya.

“Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidup saya, dari perjuangan anak yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Dapat kesempatan bersekolah gratis di SMKN Jateng kampus Pati, dan setelah lulus saya diterima bekerja di ITAX, perusahaan Panasonic di Jepang. Semoga video ini jadi inspirasi bagi banyak anak-anak muda dan tentunya saya sendiri yang berjuang terus demi masa depan saya, keluarga dan orang-orang tercinta," ungkap Rafli dalam unggahan video di akun media sosial instagramnya.  

Bagi dia, dari SMKN Boarding School Jateng-lah pengembaraan hidupnya di Negeri Sakura bermula.

“Saya Rafli Saputro, cah Kudus yang sekarang bekerja di ITAX, perusahaan Panasonic di Jepang,” kata Rafli.

Sambil mengayuh sepeda dan memperlihatkan kanan-kiri tempat tinggalnya, Rafli melanjutkan cerita. “Nggak menyangka banget bisa bekerja di luar negeri, apalagi di perusahaan ternama,” kata dia.

Sebagai anak seorang buruh, Rafli tak pernah membayangkan bisa bekerja di luar negeri dan menerima gaji serta fasilitas kerja yang luar biasa. Ia mengatakan tidak mungkin bisa seperti itu tanpa SMKN Boarding School Jateng.

“Sebuah sekolah yang dibangun Bapak Gubernur Ganjar Pranowo yang khususnya untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu seperti saya,” ujarnya.

Rafli mungkin hanya akan jadi lulusan SMP jika tidak ada SMKN Jateng. Musababnya, karena sang ayah tak mampu membiayai sekolah.

“Tanpa sekolah ini mungkin saya hanya jadi kuli dengan gaji pas-pasan. Tapi Alhamdulillah di SMKN Jateng yang semua ada di sini masa depan kami cerah,” ucapnya.

Rafli mengaku tak pernah kesulitan mencari kerja. Hingga kini ia bisa bekerja di Jepang. Bahkan di usianya yang 25 tahun itu, Rafli telah menopang ekonomi keluarganya.

“Bahkan kemarin saya bisa membeli tanah dan merenovasi rumah untuk ayah saya. Beliau sangat senang sekali,” katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved