Polisi Tembak Polisi

Soal Duri Dalam Rumah Tangga Ferdy Sambo dan Putri, Kuat Ma'ruf: Saya Gak Jago Bahasa

Kuat Ma'ruf menjelaskan maksudnya mengatakan 'duri dalam rumah tangga ibu' ke Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo di Magelang

capture video PN Jakarta Selatan
Sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J, dimana Kuat Maruf, Ricky Rizal dan Richard Eliezer saling memberi keterangan soal pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatab 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Ma'ruf mengaku panik saat melihat Putri Candrawathi terkapar di kamar di lantai dua rumah Ferdy Sambo di Magelang.

Kuat Ma'ruf yang merupakan sopir keluarga Ferdy Sambo hanya menduga apa yang terjadi pada Putri Candrawathi adalah karena perbuatan Brigadir J. Sebab Kuat mengaku sebelumnya melihat Brigadir J mengendap-endap turun dari lantai 2 rumah.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP), saat itu Kuat Ma'ruf menyampaikan kepada Putri Candrawathi agar melaporkan kejadian yang menimpanya ke suaminya Ferdy Sambo. "Ibu harus lapor Bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga Ibu," demikian kata Kuat kepada Putri berdasarkan BAP. 

Namun, saat ditanya jaksa penuntut umum dalam persidangan, Kuat Mar'uf mengaku hanya asal bicara karena panik melihat majikannya dalam keadaan tak berdaya.

"Mungkin saya panik, saya enggak jago bahasa," ujar Kuat saat menjadi saksi persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ricky Rizal dan Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022), seperti ditayangkan Kompas TV.

Jaksa kemudian mencecar Kuat dan menyatakan kalimat tersebut tidak mungkin tiba-tiba keluar tanpa mengetahui penyebab Putri Candrawathi terkapar.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Brigadir J Hari Ini, 5 Saksi Dihadirkan untuk Terdakwa Ferdy Sambo dan Putri

Namun Kuat kembali besrikukuh dan mengaku tidak tahu. Dia membenarkan bahwa maksud 'duri dalam rumah tangga' itu merujuk pada Yosua atau Brigadir J.

"Tapi, ibu (Putri) enggak mau menceritakan tentang (peristiwa yang membuat terkapar) itu," kata Kuat.

Persidangan, Senin (5/12/2022) menghadirkan Kuat Maruf sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer dan Ricky Rizal.

Baca juga: Kuat Maruf Bikin Gelak Tawa di Sidang: Susi Perempuan Pak, Masa Tidur di Garasi?

Peristiwa pembunuhan Brigadir J disebut terjadi setelah Putri Candrawathi mengaku dilecehkan Brigadir J di Magelang.

Kemudian, Ferdy Sambo marah dan merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J yang melibatkan Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Atas perbuatannya, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Kelima terdakwa kini terancam pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Sebelumnya Kuat Ma'ruf juga menceritakan kesaksiannya soal penembakan atas Brigadir J, saat bersaksi di sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).

Awalnya, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso menanyakan urutan orang-orang yang masuk ke dalam rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, sesaat sebelum penembakan atas Brigadir J terjadi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved