Breaking News:

Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022: Menilik Perjalanan Duet Lini Tengah Matador Iniesta-Xavi ke Pedri-Gavi

Timnas Spanyol telah menyatatkan hasil luar biasa sebagai juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Instagram/@sefutbol
Timnas Spanyol menghadapi Timnas Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2022 pada Selasa (6/12/2022) pukul 22.00 WIB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Timnas Spanyol menghadapi Timnas Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2022 pada Selasa (6/12/2022) pukul 22.00 WIB.

Sebelum menghadapi duel itu, Tim Matador, julukan Timnas Spanyol telah menyatatkan hasil luar biasa sebagai juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Ada peran gelandang enerjik, Iniesta dan Xavi, untuk membawa kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2022.

Dikutip dari situs resmi FIFA menjelaskan bahwa pasukan La Furia Roja ada pada masa kejayaan di 12 tahun lalu.

Di erka itu, Spanyol mengukir tinta emas dengan menjuarai Piala Europa tahun 2008 dan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Ada Orang Berkepala Kapal di Stadion Al Janoub

Para pemain Spanyol menunjukkan kebintangannya tak hanya di kancah kontinental, internasional, klub, dan bersama tim nasional.

Dua sosok yang memiliki peran kegemilangan Spanyol dalam dua turnamen bergengsi tersebut, tanpa mengesampikan para pemain lainnya, adalah duet gelandang enerjik Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Untuk Piala Dunia, Andres Iniesta tahu betul rasanya menjadi pahlawan negara dengan gol yang dicetak di final 2010 di Stadion Soccer City ketika menghadapi Belanda di menit ke-115.

Duet Iniesta dan Xavi memang sudah terpatri lama ketika keduanya bermain di klub yang sama, FC Barcelona.

Namun, jika mengacu pada penampilan internasional, Xavi lebih dulu merasakan debut bersama Spanyol pada tahun 2000 disusul oleh Iniesta enam tahun setelahnya.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Mengukur Terjadinya Reuni 32 Tahun Pertemuan Argentina vs Brasil di Semifinal

Keduanya selalu menjadi pilihan utama bersama sejumlah deretan gelandang lainnya yang silih berganti mengisi tim nasional seperti Xabi Alonso, Marcos Senna, hingga Sergio Busquets yang juga rekan seklub mereka di Barcelona.

Dua belas tahun setelah kejayaan Spanyol di panggung tertinggi sepak bola internasional, muncul duet enerjik lainnya dari FC Barcelona yang kini menjadi jantung permainan La Furia Roja.

Namun, baik Pedri dan Gavi yang kini berada di bawah asuhan Xavi Hernandez, satu dari 23 pahlawan Spanyol di Afrika Selatan 2010, di Barcelona tentu telah mempelajari filosofi permainan Spanyol dari mulut sang pelatih.

Di musim 2020/2021, Pedri menjalani musim debut yang sibuk bersama Barcelona. Untuk pemain seusianya, 37 pertandingan liga sudah cukup mematangkan visi sang gelandang tengah.

Baca juga: Jepang Tersingkir dari Piala Dunia 2022 Lewat Adu Penalti, Argentina Paling Jago Soal Ini

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved