Pilpres 2024

Kronologi Puluhan Pemuda Penolak Anies Baswedan Lari Tunggang-langgang saat Didatangi Kader NasDem

Kelompok yang menamakan diri Aliansi Milenial Cinta Demokrasi itu bubar setelah massa dari kader Partai Nasdem dan pihak Kepolisian datang

Editor: Feryanto Hadi
Serambinews
Kelompok yang menamakan diri Aliansi Milenial Cinta Demokrasi saat dibubarkan massa dari kader Partai Nasdem dan pihak Kepolisian. 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDA ACEH - Puluhan pemuda menggelar aksi menolak kehadiran Bakal Calon Presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan ke Banda Aceh di Bundaran Lambaro, Aceh Besar, Jumat (2/12/2022) pagi. 

Mereka menuding Anies sebagai sosok yang menyebarkan politik identitas.

Hanya saja, kelompok yang menamakan diri Aliansi Milenial Cinta Demokrasi itu bubar setelah massa dari kader Partai Nasdem dan pihak Kepolisian datang

Bahkan, mereka mencoba kabur saat Garda Nasdem coba mengejar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasat Intelkam Kompol Suryo Sumantri Darmoyo, SH, SIK, MH mengatakan, massa dari Aliansi Milenial Cinta Demokrasi yang melakukan aksi dibubarkan oleh kader Partai Nasdem dan pihaknya.

Baca juga: Disambut Wali Nanggroe Aceh, Anies Baswedan Jalani Upacara Peusijuek, Ini Makna dan Tujuannya

“Massa yang diperkirakan puluhan itu melakukan aksi penolakan, terkait kedatangan Anies Baswedan dengan cara berorasi di bundaran Lambaro, Aceh Besar,” jelas Suryo, Sabtu (3/12/2022). 

Kemudian, pada saat rombongan dari garda Partai Nasdem tiba di bundaran Lambaro dari arah Blang Bintang dengan menggunakan kendaraan roda empat. 

Saat tiba, mereka langsung turun dari kendaraan untuk melakukan pembubaran secara paksa, mencabut atribut dari peserta aksi dan mengamankan atribut tersebut ke dalam mobil pick up milik mereka.

Pada saat itu, sempat terjadi selisih paham antara peserta aksi dengan garda Partai Nasdem.

 "Namun, Polisi yang sedang mengamankan rute rombongan Anies Baswedan langsung melakukan pembubaran, baik peserta aksi maupun garda partai Nasdem itu sendiri, mengingat tidak terjadi kericuhan secara meluas," ujarnya.  

Kemudian ia bersama Kabag Ops Kompol Iswahyudi, SH melakukan negosiasi dengan korlap aksi bernama Hafiz. 

Sebab, dikarenakan aksi mereka lakukan tersebut tidak mengantongi STTP dari pihak Kepolisian Polresta Banda Aceh

“Orasi yang dilakukan oleh Aliansi Milenial Cinta Demokrasi tersebut tanpa mengindahkan himbauan dari pihak Kepolisian dikarenakan aksi tersebut tidak sesuai dengan UU No. 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum, khususnya pasal 10 ayat 3 menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa harus memberikan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian, paling lambat 3x24 jam," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya dari pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap salah satu peserta aksi terkait kegiatan yang dilakukan oleh mereka. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved