Polisi Tembak Polisi

Pelanggaran Kode Etik Arif Rahman, Perintahkan Penyidik Rekayasa BAP Kasus Brigadir J

Anggota Timsus Polri, Kombes Agus Saripul Hidayat beberkan pelanggaran kode etik terdakwa Arif Rachman Arifin dalam pembunuhan berencana Brigadir J.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Nurmahadi
Anggota Timsus Polri, Kombes Agus Saripul Hidayat beberkan pelanggaran kode etik yang dilakukan terdakwa Arif Rahman dalam pembunuhan berencana Brigadir J. 

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Anggota Timsus Polri, Kombes Agus Saripul Hidayat beberkan pelanggaran kode etik yang dilakukan terdakwa Arif Rahman dalam pembunuhan berencana Brigadir J.

Menurut Agus, terdapat tiga pelanggaran etik terdakwa Arif Rahman saat dia menjabat sebagai Wakaden B Biro Paminal Divpropam Polri. Pelanggaran tersebut diantaranya, mengikuti proses otopsi, memasuki kamar otopsi.

Kemudian memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan menyamakan BAP dengan BAP Biro Paminal atas saksi Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal disamakan dengan BAP yang dibuat Biro Paminal. 

"Mengikuti proses autopsi berbarengan dengan AKBP Susanto, memasuki kamar autopsi, kemudian memrintahkan penyidik Polres Metro Jaksel agar dalam membuat BAP hanya mengganti judul (BAP) dari Biro Paminal menjadi Satreskrim Polres Jaksel," kata Agus di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Piala Dunia 2022: Brasil Punya Rekor Tak Terkalahkan Sejak 2021 Jelang Lawan Kamerun

Agus mengatakan AKBP Arif meminta penyidik Polres Jaksel agar merekayasa BAP tiga terdakwa, yakni Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf sesuai dari Biro Paminal.

"BAP-nya copy-paste (salin-tempel)," ujar Agus.

Menurut Agus, Biro Paminal tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi insiden penembakan Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

"Kembali pada tupoksinya Propam bahwa nomenklatur bahwa paminal itu, kegiatan pengaman internal," ujar Agus.

JPU mendakwa AKBP Arif Rachman Arifin selaku wakil kepala Detasemen B Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divpropam Polri merusak barang bukti kematian Brigadir J.

Baca juga: Unggul di Semua Survei, Zulkifli Hasan Sebut Ganjar Pranowo Pantas jadi Capres PAN 2024

Perwira menengah Polri itu menghapus rekaman dari kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV) yang berisi video saat-saat akhir sebelum Brigadir J dibunuh di rumah Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Atas dasar perintah Ferdy Sambo melalui Hendra Kurniawan selaku kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divpropam Polri, Arif mematahkan laptop yang berisi rekaman CCTV tersebut.

JPU pun menjerat Arif Rachman dengan Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan Pasal 48 Juncto Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 Ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Ferdy Sambo dan sejumlah perwira Polri juga menjadi terdakwa dalam perkara itu. Selain AKBP Arif Rachman, terdakwa lainnya ialah Hendra Kurniawan, Kombes Nur Patria, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto. (m41)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved