Gempa Bumi

Penuh Lumpur, Begini Aksi Walet Si Anjing K-9 yang Berhasil Temukan 10 Korban Longsor Cianjur

Viral seekor anjing hingga kotor penuh lumpur demi mencari korban tertimbun longsor karena gempa Cianjur.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, CIANJUR - Viral seekor anjing hingga kotor penuh lumpur demi mencari korban tertimbun longsor karena gempa Cianjur.

Dalam video yang dibagikan akun Tiktok @kaka_dav.k9 itu terlihat anjing yang merupakan anggota tim K-9 kepolisian itu dengan semangat menggali titik longsor yang diduga terdapat korban di dalamnya.

Anjing bernama Walet itu terlihat kotor karena lumpur longsor. Namun, lumpur longsor tidak menghalangi Walet untuk membantu tim pencarian dalam mencari korban yang tertimbun longsor.

“Terpesona dgn Kerja keras K-9 Walet di Lokasi Terdampak Bencana longsor Cianjur Bantuan kemanusiaan Polri Kami Selalu siap Terjung di tengah-tengah Masiarakat yg Membutuhkan KAMI,” tulis unggahan tersebut.

Melihat aksi Walet, netizen pun berterima kasih kepada anjing berjenis Dutch Shepherd yang telah membantu pencarian korban gempa tersebut.

Netizen berharap Walet diperlakukan spesial usai melakukan tugas berat mencari korban yang tertimbun longsor.

“Pak tolong kasi walet makan yang enak setelah selesai tugas. sehat-sehat selalu nak,” tulis netizen di kolom komentar.

Ternyata Walet sangat berpengaruh besar dalam pencarian korban yang tertimbun longsor pada gempa Cianjur.

Baca juga: VIDEO : Kiprah Anjing Pelacak K9 Polri Asal Depok Temukan Korban Gempa Cianjur

Dikutip dari Kompas.com, Walet sudah berhasil menemukan 10 korban yang tertimbun longsor.

Walet berhasil menemukan 10 jenazah korban gempa bumi di Desa Cijedil, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, dalam enam hari misi pencarian di lokasi kejadian.

"Walet sampai hari ini sudah menemukan 10 korban. Semua ditemukan berdasarkan petunjuk dari keluarga korban," kata Pawang Tim K-9 Mabes Polri, Bripda I Gusti Agung Gede Purnama Putra di Cugenang, Senin (28/11/2022), dikutip dari Antara.

Anjing berusia 2,5 tahun itu dilibatkan dalam misi kemanusiaan bersama Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan dari unsur Basarnas, TNI, dan relawan di RT 3 RW 1 Cijedil sejak Rabu (23/11/2022) atau H+2 kejadian gempa bermagnitudo 5,6 di Cianjur.

Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama pawang membagi area tanah longsor menjadi dua titik, masing-masing seluas 100x50 meter persegi.

Anjing berpostur tegap dengan bulu gelap itu mampu membedakan bau bangkai hewan dan jasad manusia berkat latihan rutin mengendus aroma serupa jasad manusia yang sudah membusuk dari bahan kimia yang hanya boleh digunakan oleh fasilitas pelatihan bersertifikat.

Dalam setiap pelatihan, anjing pelacak dilatih mempertajam kemampuan mendeteksi jasad manusia yang sudah membusuk menggunakan ampul-ampul bahan kimia tersebut. Walet mencari jasad korban rata-rata lima kali dalam sehari selama 10 hingga 15 menit.

"Walet main bisa lima kali sehari. Ini sangat menguras tenaganya di medan yang penuh lumpur," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved