Berita Jakarta

Eksekusi Rumah di Gunung Sahari Ricuh, Satu Orang Diduga Provokator Diseret ke Jalan Raya

Ricuh proses eksekusi rumah warga di Gang Langgar, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022)

Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
Kisruh di depan PN Jakarta Pusat saat proses eksekusi rumah warga di Gang Langgar, RT 01/RW 01, Kelurahan Gunung Sari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Proses eksekusi rumah warga di Gang Langgar, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022) berlangsung ricuh.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, sekira pukul 08.00 WIB, sejumlah warga yang membela penolakan eksekusi, mengepung gedung Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Pusat

Awalnya, mereka melakukan unjuk rasa di depan gedung tersebut. Mereka membawa satu mobil komando.

Saat itu, nampak kuasa hukum warga, Anthony Alexander terlibat cekcok dan Kepala Bagian Operasional (Kabaop) Polres Metro Jakarta Pusat Saufi Salamun, di depan PN Jakarta Pusat

Sang kuasa hukum meminta agar eksekusi rumah warga yang telah ditempati lebih dari 40 tahun ditunda, sampai permasalahannya tuntas.

Sementara, Kabaop meminta agar mereka tidak menghalang-halangi proses eksekusi tersebut, serta menghormati aturan hukum yang berlaku.

"Kan gugatan ini berjalan dari 2018, kemudian akhir 2018 turun Surat Ketentuan (SK) pembatalan yang menyatakan sertifikat penggugat tidak sah atau dibatalkan," ujar Anthony saat ditemui di depan PN Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022).

"Artinya, dari 2018 hingga sekarang, sudah dibatalkan, diumumkan juga dikoran. Jadi ditarik dari peredaran, artinya yg dipakai sama pemohon eksekusi, adalah sertifikat yang sudah ditarik dari peredaran, itu tidak sah," lanjutnya. 

Kemudian, juru sita dari PN Jakarta Pusat didampingi anggota kepolisian untuk berjaga di sekitar lokasi tersebut, langsung melakukan eksekusi.

Baca juga: Divonis Empat Tahun Bui, KPK Eksekusi Bekas Dirut Pelindo II RJ Lino ke Lapas Cipinang

Namun, para warga menahan dari dalam, sehingga terjadi gesekan antara aparat yang mencoba masuk dengan warga yang menahan. 

Nampak, satu orang yang diduga provokator diseret keluar hingga ke jalan raya besar. Namun, ia memberontak, sehingga terjadi gesekan yang menambah ricuh suasana. 

Akibat hal tersebut, arus lalu lintas di sekitar PN Jakarta macet, para pengendara baik mobil maupun motor saling membunyikan klakson, sehingga suasana kisruh tak terhindarkan lagi. 

Diketahui, total rumah yang akan dieksekusi berjumlah sembilan Kartu Keluarga (KK), yang keseluruhannya merupakan lansia. 

Setelah kericuhan tersebut, satu orang juru sita bersama kuli angkut masuk ke rumah-rumah warga dan menjalankan eksekusinya. (M40)

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved