Hari Guru Nasional

Peringati Hari Guru Nasional, Bendera Setengah Tiang Berkibar di SDN Pondok Cina 1

Siswa yang masih bertahan di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat memperingati Hari Guru Nasional dengan cara mengibarkan bendera setengah tiang.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Cahya Nugraha
Siswa yang masih bertahan di SDN Pondok Cina 1 memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat (25/11/2022). Para siswa merayakannya dengan melakukan upacara pengibaran bendera setengah tiang dan pembacaan puisi untuk para guru. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Siswa yang masih bertahan di SDN Pondok Cina 1 memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat (25/11/2022), mereka merayakan hari spesial untuk para guru dengan tanpanya kehadiran seorang guru. 

Para siswa merayakannya dengan melakukan upacara pengibaran bendera setengah tiang dan pembacaan puisi untuk para guru. Lagu Nasional 'Maju Tak Gentar' pun mereka nyanyikan dengan lantang. 

Bendera setengah tiang mereka kibarkan sebagai bentuk berkabungnya pendidikan di sekolah mereka. Bukan tanpa alasan, sebab sudah 3 pekan ini mereka tidak belajar tanpa kehadiran sosok guru.

"Ini adalah hari kelam bagi siswa SDN Pondok Cina 1, karena meskipun hari ini kita merayakan hari guru, guru tidak ada yang datang untuk menemui kita," ungkap perwakilan orangtua siswa, Ecy Tuasikal.

Baca juga: Plt Kepsek SDN Pondok Cina 1 Yakin Orangtua Murid Nyerah, Mau Pindah ke Sekolah yang Ditunjuk

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beberapa waktu yang lalu sudah buka suara terkait polemik yang sedang terjadi di sekolah tersebut.

Melalui akun instagram, Kang Emil sapaan akrabnya meluruskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat hanya memiliki kapasitas menampung aspirasi daerah.

"Rumusannya sederhana, jika anggaran bantuan datang dari provinsi maka tugas kota atau kabupaten menyediakan lahan dengan baik dan aman," tulis Ridwan Kamil pada 17 November 2022.

Ridwan Kamil menambahkan, bahwa yang terjadi pada situasi rencana pembangunan masjid di lahan SDN Pondok Cina 1 adalah selama ini Pemprov mendapatkan laporan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bahwa lahan sudah aman dan terkendali.

Baca juga: Disparekraf DKI Jakarta Promosikan Wisata Kepulauan Seribu di Ajang Sail Tidore Expo 2022

“Jadi jika lahan memang belum clean and clear untuk alih fungi sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu. Sampai semua pihak menerima,” tulis kang Emil dalam Instagramnya.

Ia juga menyebut jika nantinya polemik ini tidak kunjung menemui titik terang, maka niat pembangunan masjid itu bisa saja pindah lokasi, atau bahkan dibatalkan.

“Jika tidak, maka niat membangun masjid bisa pindah lokasi atau bisa juga tidak jadi dibangun atau dibatalkan,” katanya.

Perlu diketahui bahwa sejumlah orangtua murid SDN Pondok Cina 1, Beji, menolak relokasi anak-anak mereka dilebur dengan sekolah lain, yakni di SDN Pondok Cina 3 dan Pondok Cina 5.

Orangtua siswa SDN Pondok Cina 1 meminta Pemerintah Kota ( Pemkot) Depok untuk tidak langsung menggusur sekolah tersebut tanpa adanya solusi dalam jangka panjang.

"Saya sampaikan, kami para orang tua tidak sekalipun menolak penggusuran sekolah ini dan pembangunan masjid, kami justru sepakat akan hal itu," ucapnya kepada wartawan TribunnewsDepok.

"Kalau memang kehendak Pemkot atau Disdik mau melakukan penggusuran terhadap sekolah ini paling tidak bangunkan dulu sekolahnya," sambungnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved