Jumat, 8 Mei 2026

Gempa Bumi

Sesar Cimandiri Masih Bergolak, Pengamat ITB Ingatkan Warga Waspada, Ada Potensi Gempa Bumi Susulan

Irfan Meilano mengatakan, masyarakat perlu berhati-hati karena masih ada potensi gempa susulan atau gempa lainnya.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Tribun Jabar
Korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG - Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menelan puluhan korban jiwa dan ribuan orang terluka.

Gempa yang terjadi di Cianjur tersebut disebut berasal dari sesar aktif Cimandiri.

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Irfan Meilano mengatakan, masyarakat perlu berhati-hati karena masih ada potensi gempa susulan atau gempa lainnya.

"Pertama gempa di Cimandiri adalah sesar aktif, walaupun ini kita perlu data tambahan apakah ini memang betul dari Cimandiri, kalau gempa susulan seharusnya secara teoritis memiliki magnitude yang lebih kecil," ujar Irfan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/11/2022).

Selain itu, perlu diwaspadai pula adanya gempa disegmen berenda.

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, PT KAI Pastikan Seluruh Perjalanan KA dalam Kondisi Lancar dan Terkendali 

Meski tidak diharapkan, kata dia, kemungkinan itu dapat terjadi dan biasanya dengan magnitude yang sama atau bahkan lebih besar.

"Konsen kita bukan gempa susulan, tapi gempa lain disegmen berbeda, itu tidak kita harapkan tapi itu pernah terjadi di gempa Lombok," katanya.

Jika terjadi gempa susulan atau gempa berbeda, kata dia, titiknya tidak akan lebih dari radius belasan kilo meter, artinya berada di wilayah yang berdekatan.

"Bisa diikuti gempa susulan berdekatan dengan gempa utama, jadi tidak persis sama tapi berdekatan," ucapnya.

Adapun sesar Cimandiri, kata dia, memiliki panjang dari selatan Sukabumi hingga Rajamandala Kabupaten Bandung Barat yang berdekatan sesar Lembang.

"Itu (sesar) dimulai dari selatan Sukabumi Pelabuhan Ratu, masuk ke Kota Sukabumi, Selatan Cianjur, bergerak sampai daerah Raja Mandala Bandung Barat dan sangat dekat dengan sesar Lembang, jadi cukup panjang tapi yang panjang tadi itu, terbagi dalam beberapa segmen, bukan satu sesar yang panjang tapi terbagi ke beberapa bagian," katanya.

Update korban hingga Senin petang

Korban jiwa gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, bertambah.

Semula, diumumkan korban ada dari orang.

Namun, dari data terbaru, korban sudah bertambah menjadi 56 orang, 40 diantaranya anak-anak.

"Korban meninggal dunia saat ini kembali bertambah menjadi sebanyak 56 jiwa, dan 700 orang mengalami luka-luka," kata Bupati Cianjur Herman Suherman pada wartawan, Senin (21/11/2022).

Menurutnya, dari 56 jiwa korban gempa yang meninggal tersebut 40 orang di antaranya merupakan anak-anak.

Sedangkan korban gempa yang luka-luka rata-rata mengalami luka dibagian kepala dan patah tulang.

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur, PT KAI Pastikan Seluruh Perjalanan KA dalam Kondisi Lancar dan Terkendali 

"Korban yang meninggal dunia, tewas lokasi kejadian, dalam pejalanan ke rumah sakit, dan saat mendapatkan penganan medis," katanya.

Herman mengatakan, hingga saat ini sejumlah mobil ambulan dan kendaraan relawan masih berdatangan membawa korban yang terluka tertimpa material gempa bumi.

"Kemungkinan korban masih akan terus bertambah, karena ambulan masih berdatangan ke rumah sakit. Puluhan korban yang dibawa ke RSUD Cianjur terpaksa di rawat di area parkir," kata dia.

Baca juga: Gempa Bumi di Cianjur Sebabkan Kerusakan Besar, BPBD Garut Cek Kondisi Pantai Selatan

Herman mengatakan, berdasarkan laporan sementara ada lima kecamatan yang parah terdampak gempa bumi, yaitu Kecamatan Cugenang, Pacet, Warungkondang, Cianjur, dan Cipanas.

"Beberapa wilayah terdampak gempa saat ini masih terisolasi karena karena jalan dan gempat yang terputus," kata dia.

Baca juga: Gedung-gedung Pencakar Langit Bergoyang, Karyawan di Kawasan Sudirman Berhamburan saat Gempa Terjadi

Minimarket roboh

Sebanyak dua orang tertimpa reruntuhan bangunan sebuah minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Diketahui korban gempa merupakan seorang santri bernama Muhammad Dava (12) dan risma (25) yang merupakan karyawan minimarket tersebut.

Saat ini warga, anggota Polsek Cilaku, dan Pemdes Rancagoong sedang melakukan upaya pembersihan dan pencarian, hingga kini keduanya belum ditemukan diduga tertimpa reruntuhan.

Salah satu warga setempat Ujang (30) mengatakan, saat gempa bumi terjadi, masyarakat dan karyawan minimarket itu sempat berhamburan menyelamatkan diri

Namun satu karyawan tidak dapat menyelamatkan diri.

"Atas nama Risma karyawan minimal itu masih tertimbun material bangunan," katanya.

Bais (14), salah satu santri ponpes tak jauh dari minimarket itu menuturkan, satu santri juga tertimbun saat berbelanja.

"Awalnya dua orang ada di minimarket itu, cuma yang satu bisa keluar dan selamat," katanya.

 6 Murid Madrasah Meninggal Tertimpa Bangunan

Sebanyak enam murid Madrasah Diniyah Ibnu Ajudin Al Yasin di Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang sedang belajar tertimpa reruntuhan akibat gempa bumi Senin (21/11/2022) siang.

Enam murid tersebut meninggal dunia rata-rata mendapat luka berat di bagian kepala.

Kepala Desa Cikancana Asep Saepul Rahmat mengatakan selain enam korban meninggal dunia, sebanyak 100 warganya menderita luka ringan hingga luka berat.

Rumah yang mengalami kerusakan di daerah ini sebanyak 150 rumah dan masih di-update karena beberapa jalan sulit ditembus akibat gempa.

"Saat ini warga butuh tenda karena hampir semua rumah rusak hingga warga tak bisa lagi masuk ke rumah terutama di Kampung Cibeleng Hilir," ujar kepala desa.

Saat ini warga mendirikan tenda darurat swadaya dan menanti bantuan logistik, genset, dan selimut di tenda RT 02, RT 03, RT 01, dan RT 04.

"Warga masih bingung, namun beberapa di antara memilih akan mengungsi ke tempat saudaranya, namun banyak yang tinggal di tenda darurat," ujar Asep.\

Baca juga: 6 Murid Madrasah Ibnu Ajudin Meninggal Tertimpa Reruntuhan Gempa Cianjur, Pas Lagi Jam Belajar

Enam jenazah murid Ibnu Ajudin Al Yasin akan dikebumikan di Kampung Cibeleng Hilir. Satu jenazah sudah siap dikuburkan sementara lima lainnya masih berada di rumah sakit.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved